• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Madura

Sumenep Berpotensi Hujan Es, Begini Penjelasan LPBINU

Sumenep Berpotensi Hujan Es, Begini Penjelasan LPBINU
Ilustrasi hujan es. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hujan es. (Foto: Istimewa)

Sumenep, NU Online Jatim
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan terakhir. Di antaranya potensi terjadinya hujan es di Kabupaten Sumenep.


Menyikapi hal tersebut, Fathol Amin selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep mengatakan, hasil analisa itu menunjukkan adanya pola siklonik di Laut Jawa yang menyebabkan daerah konvergensi, perlambatan kecepatan angin yang meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.


"Kondisi seperti itu akan mengakibatkan suplay uap air semakin banyak di atmosfer yang mempengaruhi pembentukan awan cumulonimbus yang semakin intens," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Rabu (16/11/2022).


Hal itu berdampak pada terjadinya cuaca ekstrem. Di antaranya, hujan lebat, genangan air, banjir bandang, hujan es, angin kencang, angin puting beliung, hingga longsor.


Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto ini menegaskan, cuaca ekstrem akan terjadi di beberapa wilayah, salah satunya di Kabupaten Sumenep dan terhitung pada tanggal 14-20 November 2022.


Sebagaimana informasi yang ia dapatkan dari Usman Kholid Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget, Fathol Amin mengimbau kepada warga agar mewaspadainya. Terutama di daerah perkotaan, pesisir dan pegunungan (daratan tinggi).


"Jangan dianggap sepele. Bencana alam ini bisa mengancam keselamatan seseorang. Teruslah update informasi dari BMKG dan jangan sungkan berkomunikasi dengan LPBINU," pintanya.


Madura Terbaru