• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Madura

Tentukan Prioritas dan Indikator, LPBINU Sampang Akan Bentuk Destana

Tentukan Prioritas dan Indikator, LPBINU Sampang Akan Bentuk Destana
Kegiatan workshop penentuan prioritas dan pemenuhan indikator Destana yang digelar oleh PC LPBINU Sampang. (Foto: NOJ/Fahromi Nashihuddin)
Kegiatan workshop penentuan prioritas dan pemenuhan indikator Destana yang digelar oleh PC LPBINU Sampang. (Foto: NOJ/Fahromi Nashihuddin)

Sampang, NU Online Jatim

Sebagai bentuk keseriusan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), segala persiapan dan tahapan dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Sampang.


Hal tersebut ditunjukkan dengan digelarnya Workshop Penentuan Prioritas dan Pemenuhan Indikator Destana di Kantor Kecamatan/Kota Sampang, Senin (20/11/2023).


Direktur Program Akselerasi Destana dan Integrasi Dalam Mekanisme Perencanaan Desa, Nur Muhammad Sholehuddin menyampaikan, kegiatan hari ini adalah penentuan prioritas dan pemenuhan indikator Destana. Dalam penentuannya, pihaknya menggali langsung dari masyarakat di desa.


“Sebab, masyarakat desa lebih mengetahui kebutuhan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan itu, pihaknya hanya sekadar memfasilitasi atau menggarisbawahi semua hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat sebagai rel pembentukan Destana,” ujarnya.


Pria yang akrab disapa Sholeh menerangkan, upaya yang dilakukan olehnya ini bukan hanya sebatas pembentukan Destana, tetapi bagaimana proses penyadaran masyarakat akan bencana yang mengancam setiap tahunnya, kemudian mencari solusi terbaik untuk meminimalisir risiko bencana.


“Selama program ini berlangsung akan terus dilakukan pendampingan pada stakeholder desa yang telah dijadwalkan mulai bulan November akhir sampai April 2024. Masyarakat akan terus disadarkan bagaimana memenuhi indikator Destana dan bagaimana menghadapi bencana,” jelasnya.


Sebagai pelaksana program, pihaknya berharap ada penyadaran terhadap masyarakat terkait risiko bencana yang mengintai. Tidak hanya saat program ini berjalan, tetapi pasca program masyarakat menyadari bahwa benca menjadi bagian dari kehidupan yang harus diantisipasi.


Sementara Sekretaris PC LPBINU Kabupaten Sampang, Parmadi menambahkan, ada sebanyak 7 prioritas indikator pembentukan Destana. Di antaranya, Kajian Resiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Aksi Komunitas, Rencana kontinjensi (Renkon), Rencana Evaluasi, Kajian Mata Penghidupan, dan Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa.


"Semua indikator ini perlu disesuiakan dengan kondisi dan kemauan masing-masing desa. Saya harap semua perwakilan Focus Group Discussion (FGD) di setiap desa tetap semangat untuk mewujudkan desa tangguh bencana," tambahnya.


Madura Terbaru