• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Madura

Wabup Sumenep Ingatkan Pelajar NU Soal Gerakan Ekonomi dan Literasi

Wabup Sumenep Ingatkan Pelajar NU Soal Gerakan Ekonomi dan Literasi
Wabup Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Wabup Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Wakil Bupati Sumenep, Ny Hj Dewi Khalifah menceritakan bahwa sebelum suaminya wafat, almarhum berwasiat agar anak-anaknya kelak meneruskan perjuangannya di Nahdlatul Ulama (NU).

 

“Kami katakan pada anak-anakku, kami tidak ridha jika kalian tidak aktif di NU. Mudah-mudahan semangat yang dicontohkan oleh para leluhurnya terus dilakukan guna memberikan perubahan yang lebih baik,” katanya di opening Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep, Sabtu (29/01/2022).

 

Acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Islam Karang Cempaka Bluto, Sumenep ini ditayangkan secara live streaming di kanal YouTube TVNU Sumenep.

 

Menurutnya, ucapan selamat yang ditayangkan di videotron bukan disampaikan sebatas testimoni seremonial. Dibalik itu ada makna yang terkandung di dalamnya dan harus dipegang teguh oleh pelajar NU.

 

“Ucapan selamat ada 2 macam, yaitu saat kita memulai sebuah acara atau pun peresmian dan saat mencapai puncak keberhasilan. Yang kami harapkan adalah IPPNU sebagai motor penggerak generasi muda wajib mendapatkan ucapan selamat atas torehan prestasi dari berbagai kalangan,” tuturnya.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sumenep itu mengajak untuk bersyukur, bertemu dengan orang yang lebih muda, karena dosanya lebih sedikit. Sebaliknya, bertemu dengan orang yang lebih tua, pengalamannya lebih banyak. Oleh karenanya, kader IPPNU wajib menimba ilmu kepada generasi tua.

 

“Indonesia diprediksi menjadi negara hebat pada tahun 2045. Bersyukurlah kalian, karena berada di masa itu. Namun ada hal yang harus dipersiapkan. Pasalnya 30 tahun saat kami seumuran dengan kalian, kami tidak memegang gadget,” ucapnya.

 

Lewat internetlah, lanjutnya, pelajar bisa melakukan perubahan dan menjadi harapan bersama. Ia menginginkan kader IPPNU tidak hanya menjadi harapan mertua, tetapi benar-benar menjadi harapan agama, Nusa dan bangsa.

 

“Dulu saat duduk di bangku sekolah, ilmu yang ditransferkan disesuaikan dengan kapasitas usia anak. Hari ini kami bangga, seusia MTs keilmuannya setara dengan strata satu. Oleh karena itu, lakukan terobosan baru, galakkan kegiatan webinar dengan mendatangkan narasumber. Karena di masa ini mudah sekali melakukan kegiatan tersebut,” pintanya.

 

Mantan Ketua PC Fatayat NU Sumenep itu mengimbau agar anggota IPPNU bisa melanjutkan pengabdiannya di Badan Otonom lainnya, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Fatayat NU, dan Muslimat NU. Dengan pengabdian itulah akan berubah menjadi kebahagiaan dunia dan akhirat.

 

“Tak usah malu jika berhutang demi kepentingan NU. Insyaallah diganti oleh Allah SWT. Yakinkan dengan ikhtiar yang tulus ini, karena gerakan perempuan NU kini sudah sampai ke struktur PBNU," katanya.

 

Perempuan yang akrab disapa Nyai Eva ini menyatakan, pada bulan Agustus, Indonesia akan kedatangan tamu dari 20 negara dengan misi kebangkitan ekonomi. Dari kesadaran ini, NU bersama Banomnya menyiapkan diri melalui pengembangan ekonomi kreatif.

 

“Bulan Maret, Menteri Kreatif dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno akan turun ke Madura guna melakukan terobosan melalui pelatihan yang nantinya bisa disinkronkan dengan balai pelatihan kerja, dinas perdagangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan lainnya,”
terangnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Usymuni tersebut mengimbau agar menyiapkan generasi muda. Pasalnya, ia bermimpi ada produk lokal Sumenep yang bisa diekspor seperti di Pesantren Langitan. Program ini dikenal One Product One Pesantren (OPOP) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren.

 

“IPPNU harus menghiasi produk lokal, seperti kaldu kokot, rengginang lorjuk, dan lainnya. Semakin kreatif dan produktif, Pemerintah Daerah akan mensupportnya demi kebangkitan ekonomi,” ungkapnya.

 

Selain itu, dirinya mengajak untuk meningkatkan literasi. Mulai mengadakan kegiatan penulisan karya tulis ilmiah, berita, cerpen, humor dan semacamnya.

 

Kemudian ia menegaskan, pelajar harus rutin menulis, membaca, karena akan membuka wawasannya. Terlebih tulisannya menceritakan wisata kuliner, wisata histori, jamu, wisata bahari dan lain-lainnya.

  

Semuanya tergantung bagaimana memulainya, sehingga kelak menginspirasi kader lainnya untuk mencoba dan belajar.

 

“Mudah-mudahan ikhtiar, pengabdian, perjuangan ini menjadi garis perjuangan yang bisa kita turunkan kepada anak cucu,” tandasnya.​​​


Editor:

Madura Terbaru