• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Malang Raya

Konfercab Ke-5, PCNU Kota Batu Diingatkan Pentingnya Menjaga Tradisi

Konfercab Ke-5, PCNU Kota Batu Diingatkan Pentingnya Menjaga Tradisi
Rektor UIN Maliki Malang, M Zainuddin saat Konfercab PCNU Kota Batu. (Foto: NOJ/ Zaiyana)
Rektor UIN Maliki Malang, M Zainuddin saat Konfercab PCNU Kota Batu. (Foto: NOJ/ Zaiyana)

Batu, NU Online Jatim

Guru Besar dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M Zainuddin mengingatkan pentingnya menjaga tradisi ke-NU-an  sebagai langkah preventif terjadinya krisis kemanusiaan universal.


Hal tersebut disampaikannya pada stadium general Konferensi Cabang (Konfercab) V Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (27/09/2022).


Ia menegaskan bahwa NU dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah yang dibawanya benar-benar mampu mendunia dan diterima oleh mayoritas umat manusia.


NU bersifat dinamis karena tidak hanya mempertahankan tradisi-tradisi lama melainkan juga mengambil hal-hal baru yang lebih baik guna menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. 


"Kalau tradisinya adalah tradisi yang menjaga suatu entitas yang lama dan mengambil hal baru yang lebih bagus maka ini sangat relevan dalam setiap era," tuturnya.


Selain itu, amaliah NU seperti tahlilan dan manaqiban yang dilakukan secara berjamaah, dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan, khususnya dalam menjaga hubungan sosial di masyarakat.


Apalagi di era digital sekarang ini, di mana masyarakat banyak melakukan aktivitas secara daring dari pada bertemu dan bertatap muka satu sama lain. 


"Paling tidak sikap individualis, intoleran atau krisis kemanusiaan universal yang lain tidak akan terjadi selagi ada masyarakat Islam dan khususnya selama ada Nahdlatul Ulama," tambahnya.


NU juga memiliki tradisi bahtsul masail yang dilakukan untuk mencari, mengeluarkan, serta menetapkan hukum atas persoalan keagamaan yang kerap muncul di masyarakat. Anggota yang bersidang dalam forum bahtsul masail menentukan hukum dengan merujuk pada pendapat-pendapat para mujtahid terdahulu yang sudah ada.


Di mana sudah diketahui bahwa para imam mujtahid merujuk pada para sahabat, dan para sahabat pasti merujuk kepada Rasulullah SAW. Sehingga hukum yang ditetapkan tidak hanya aktual, tetapi juga bersanad dan dapat dipertanggungjawabkan.


Sejalan dengan hal tersebut, pria yang biasa disapa Prof Zainuddin itu mengingatkan agar Nahdliyin memperhatikan sanad ketika belajar agama. "Kalau ngaji harus ada sanadnya, jangan hanya belajar ke syekh Google. Belajar agama juga jangan hanya inceng-inceng (mengintip) karena kalau inceng-inceng nanti jadi radikal atau ekstrim," pesannya.


Penulis: Sholahudin Ghazali


Editor:

Malang Raya Terbaru