• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Matraman

Dewi Yukha Nida, Perempuan Asal Trenggalek Juara MHQ Internasional

Dewi Yukha Nida, Perempuan Asal Trenggalek Juara MHQ Internasional
Dewi Yukha Nida asal Trenggalek, Juara 1 MHQ 30 Juz di Rusia. (Foto: NU Online)
Dewi Yukha Nida asal Trenggalek, Juara 1 MHQ 30 Juz di Rusia. (Foto: NU Online)

Surabaya, NU Online Jatim
Prestasi membanggakan ditorehkan perempuan asal Trenggalek, Dewi Yukha Nida. Pasalnya, baru-baru ini ia berhasil juara I Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 30 Juz di ajang The Holy Quran Recitation Competition Kazan OIC Youth Capital 2022, di Kazan, Tatarstan, Rusia. Pengumuman pemenag ajang Internasional ini disampaikan pada Kamis (19/05/2022) lalu.


​​​​​​​Ning Dewi, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa dirinya mengikuti kompetisi tersebut sebagai upaya untuk terus mendaras dan mensyiarkan Al-Qur'an di kancah Internasional.


“Pertama untuk muraja’ah, melancarkan bacaan dan hafalan Al-Qur'an. Kedua, untuk syiar Al-Qur'an, di mana kita bisa membumikan Al-Qur'an,” katanya dilansir NU Online, Sabtu (21/05/2022).


Selain itu, motivasi besar yang mendorongnya tampil di ajang kompetisi itu adalah untuk menyenangkan hati guru, yang dalam hal ini diniatkan pula untuk berjuang mensyiarkan Al-Qur’an.


“Artinya dengan kita mengikuti MHQ, berarti kita mengikuti standarisasi bacaan Al-Qur'an,” kata Ning Dewi.


Pasalnya, ketika tampil di kancah internasional, peserta secara otomatis ditashih dewan juri dari berbagai negara, seperti Turki, Mesir, Arab Saudi, hingga Rusia sendiri. “Artinya, insyaallah standarisasi yang dibawa di MTQ adalah yang bagus. Misalnya, Imam Masjidil Haram tidak beda jauh sama yang kita pelajari,” terangnya.


Dirinya berharap, keberhasilannya tersebut dapat memacu semangat masyarakat umum untuk dapat menghafalkan Al-Qur'an, terlebih di wilayah Eropa. “Kebetulan di Rusia masih sedikit yang menghafal Al-Qur'an, karena guru-guru penghafal Al-Qur'an juga belum banyak,” ujarnya.


Ia pun mengaku bersyukur atas prestasinya itu. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilannya ini bukan hanya hasil kerja keras yang ia lakukan. Tetapi juga peran serta orang tua, keluarga, dan para santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Trenggalek, Jawa Timur.


“Pasti mereka juga merasakan apa yang saya rasakan. Terkadang, orang di rumah lebih gelisah dari pada orang yang menjalani,” tutur Ning Dewi.


Sebab, ia merasa di sana tinggal tampil dan menyempatkan diri untuk berjalan-jalan. Tapi orang di rumah itu mungkin lebih 'ndredeg' menunggu kabar terbaru darinya. “Barakah doa mereka semua saya bisa seperti ini,” ungkapnya.


Selain di ajang tersebut, Ning Dewi juga pernah meraih terbaik kedua MHQ 30 juz tingkat nasional pada 2016, terbaik pertama MHQ 30 juz tingkat nasional tahun 2018, dan terbaik pertama MTQ cabang tafsir bahasa Arab tingkat nasional tahun 2020.
 


Tak cukup itu, sebelum ke Rusia Ning Dewi juga pernah dikirim untuk mengikuti ajang serupa ke Yordania pada tahun 2017 dan ke Dubai tahun 2019.


Matraman Terbaru