• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Matraman

Harlah GP Ansor-Fatayat NU Trenggalek, Gus Zakki Berpesan Perkuat Kelembagaan

Harlah GP Ansor-Fatayat NU Trenggalek, Gus Zakki Berpesan Perkuat Kelembagaan
Suasana Harlah GP Ansor dan Fatayat NU Trenggalek. (Foto: NOJ/Zidni)
Suasana Harlah GP Ansor dan Fatayat NU Trenggalek. (Foto: NOJ/Zidni)

Trenggalek, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Trenggalek bersinergi dengan PC Fatayat NU Trenggalek menggelar resepsi peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-82 dan Fatayat NU ke-72, Ahad (18/07/2022).
 

Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus M Izuddin Zakki memberikan pesan peringatan harlah bukan hanya sebatas acara seremonial saja, melainkan menjadi momentum untuk mawas diri untuk membangun organisasi lebih baik ke depan.

 

"Harlah adalah momen ikhtiar kita memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader. Selanjutnya berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, harus terus dilaksanakan oleh GP Ansor-Fatayat NU secara berkelanjutan," paparnya.

 

Kiai muda pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah Kecamatan Pogalan, Trenggalek ini meminta agar seluruh kader Banom NU responsif pada setiap problem masyarakat. Karena beberapa wilayah seperti Kecamatan Kampak, Karangan, Tugu, Dongko, Suruh, Watulimo masuk dalam wilayah konsesi tambang. 

 

"Maka kita sebagai kader GP Ansor dan fatayat NU perlu melakukan edukasi kepada masyarat terkait," imbuhnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso Kediri ini menjelaskan Rasulullah SAW yang melarang seseorang kencing di mata air. Karena perbuatan tersebut dapat mencemari sumber mata air dan berdampak pada lingkungan. Tambang ini jelas-jelas berpotensi merusak alam. 

 

"Sementara Islam perihal kerusakan atau pengrusakan merupakan suatu hal yang dilarang. Ketika tambang sampai beroperasi maka berakibat pada sumber mata air yang di wilayah itu rusak atau bahkan dapat kehilang," imbuhnya.

 

Kendati dua banom NU ini memperingati harlah di tanggal yang berbeda, namun tidak mengurangi kekhidmatan acara. Kegiatan ini diisi dengan mauidhoh hasanah oleh salah satu jajaran PBNU, KH Fahrurrozi asal Kabupaten Malang. Turut hadir perwakilan seluruh Banom NU Kabupaten Trenggalek hingga tamu undangan instansi pemerintahan. Serta dirangkai dengan seremoni pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan GP Ansor dan Fatayat NU.


Matraman Terbaru