• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Matraman

LAZISNU Nganjuk Adakan Turba Bahas Optimalisasi ZIS

LAZISNU Nganjuk Adakan Turba Bahas Optimalisasi ZIS
Pelaksanaan turba NU Care-LAZISNU Nganjuk. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)
Pelaksanaan turba NU Care-LAZISNU Nganjuk. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Nganjuk melakukan kegiatan turun ke bawah atau turba menyapa UPZISNU kecamatan maupun desa se-Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 13 Juni 2022 hingga 4 Juli 2022.


"Silaturahim dan konsolidasi organisasi ini mempunyai makna yang begitu besar, tidak hanya untuk penguatan organisasi namun juga mengoptimalisasi gerakan zakat, infak dan sedekah menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama," terang Ketua NU Care-LAZISNU Nganjuk, Moch Masyhuri kepada NU Online Jatim, Selasa (14/06/2022).


Mantan aktivis PMII Nganjuk itu mengatakan, seluruh elemen LAZISNU harus saling bersinergi. Dirinya memastikan jajaran kepengurusan di level cabang hingga ranting memiliki tujuan yang sama demi memajukan jamiyah dan kawasan setempat.


"Turba ini dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi pengurus LAZISNU mengenai berbagai persoalan yang ada di wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) atau Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU)," sambungnya.


Dalam turba itu, Kang Huri menyampaikan peran pengurus dalam memaksimalkan sosialisasi pentingnya zakat kepada masyarakat. Selanjutnya, adalah mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari masyarakat, serta mengelolanya secara profesional.


“Berikutnya tentu masyarakat perlu diberikan kemudahan membayar ZIS dengan adanya digital fundraising. Pengurus harus siap dengan hal itu,” tegas anggota DPRD Nganjuk itu.


Kang Huri pun berharap, LAZISNU di masing-masing tingkatan mempunyai program yang kreatif dalam pemberdayaan masyarakat. Sehingga kebermanfaatan bisa dirasakan dalam waktu yang lebih panjang, sebab tidak hanya sekali diberikan dan habis.


“Saat ini kita tidak bicara lagi soal zakat diberikan langsung secara tunai, namun bisa diberikan dengan program yang bisa memberdayakan dan produktif,” tuturnya.


"Contohnya zakat bisa ditasharrufkan dalam bentuk pendampingan dan modal usaha, sehingga diharapkan bisa mengubah status yang sebelumnya mustahik menjadi muzakki jika usahanya lancar," lanjutnya.


Matraman Terbaru