• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Lewat Nobar, Fatayat NU Ponorogo Jelaskan Pola Mengasuh Anak

Lewat Nobar, Fatayat NU Ponorogo Jelaskan Pola Mengasuh Anak
Kegiatan nonton bareng film oleh PC Fatayat NU Ponorogo. (Foto: NOJ/Arisel)
Kegiatan nonton bareng film oleh PC Fatayat NU Ponorogo. (Foto: NOJ/Arisel)

Ponorogo, NU Online Jatim
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU berkolaborasi dengan Relawan Keluarga Kita (Rangkul) Pawitandirogo Ponorogo. Yang dilakukan adalah dengan mengadakan nonton bareng film drama komedi seri 'Ini Keluarga Kita', Ahad (20/02/2022) di Madrasah Aliyah Ma'arif Ponorogo.
 

Rangkul merupakan komunitas yang dibentuk oleh Najeela Shihab, yang bergerak dalam bidang pendidikan pada keluarga. Yang telah disebar di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Ponorogo dengan nama Rangkul Pawitandirogo Ponorogo.
 

Media film ini dipilih karena dinilai mampu menjadi sarana belajar untuk menyampaikan bagaimana pola pengasuhan anak yang benar.
 

Pada episode yang mengangkat judul 'Tak Sempurna Tapi Cinta'. film bercerita tentang keluarga dengan pola pengasuhan anak yang kurang baik. Hal itu dilatarbelakangi pada pola pengasuhan orang tuanya dahulu, yang secara refleks juga akan dipraktikkan pada generasi selanjutnya. 
 

Peserta nonton bareng pada episode satu ini terdiri dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Ponorogo dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Ponorogo. 
 

"Saya dulu sering dimarahi dan dipukul, hal itu membuat keadaan saya saat ini menjadi sedih dan tersakiti. Dan sekarang posisi saya menjadi seorang ibu, yang hal itu tidak akan saya terapkan pada anak saya," cerita Istiyani, salah satu peserta sesi bersama Rangkul Ponorogo.
 

Menanggapi hal tersebut, Walida Asitasari, Ketua Rangkul Pawitandirogo Ponorogo memberikan pengertian.
 

"Bahwa hal penting yang harus digaris bawahi di sini adalah bagaimana kita sadar akan pola asuh yang kurang baik. Sehingga tidak diterapkan kepada anak kita, bahwa masa lalu bisa kita ambil pelajaran," tandas dia.

 

Penulis: Arisel


Editor:

Matraman Terbaru