• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Matraman

Mushala Mini Memprihatinkan di Pelosok Nganjuk, Padahal Dibutuhkan Warga

Mushala Mini Memprihatinkan di Pelosok Nganjuk, Padahal Dibutuhkan Warga
Mushala dari kayu di Dusun Alasjalin, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk yang kondisinya memprihatinkan. (Foto: NOJ/ Fandi)
Mushala dari kayu di Dusun Alasjalin, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk yang kondisinya memprihatinkan. (Foto: NOJ/ Fandi)

Nganjuk, NU Online Jatim

Mushala dari kayu di Dusun Alasjalin, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk kondisinya memprihatinkan. Saat memasuki waktu shalat, suara adzan tidak terdengar. Sebab, pengurus mushala tidak memiliki pengeras suara.

 

Ketua RT 05/ RW 12, Wahyudiono mengatakan, sebenarnya Mushala tersebut sempat dipindah-pindah. Karena tidak terawat, bangunannya ambruk pada tahun 2009.

 

Sebelumnya, lokasi Mushala ini jauh berada di timur lokasi sekarang. Setelah ambruk itu, didirikan lagi ke dekat rumah warga. Bahan yang dipakai yakni, sisa kayu bekas bangunan tersebut.

 

"Dulu disana dekat pohon dan sumur. Dulu lokasinya di timur dari tempat ini. Lalu tahun 2017 itu, warga dirikan lagi kesini,"kata Wahyudi, Rabu (14/04/2021).

 

Berdasarkan pantauan media ini, tiang bangunan Mushala terbuat dari kayu, sedangkan dindingnya berasal dari lapisan papan kayu. Setiap sekat dinding, ada lubang. Kemudian didalam Mushala berukuran 4x4 meter ini terdapat beberapa Al-Qur'an.

 

Lokasinya berada di kawasan hutan perum perhutani KPH Nganjuk, BKPH Tritik, RPH Kedungrejo.

 

Menurut Wahyudi, tidak ada Mushala lagi selain ini. Di wilayah ini ada 16 Kepala Keluarga (KK) dan 17 rumah. Mushala ini biasa digunakan untuk shalat lima waktu. Bahkan, mandor atau pekerja perhutani juga menggunakannya.

 

Wahyudi juga menyaksikan, tidak ada alat pengeras suara setiap kali adzan. Setiap sore, ada kegiatan mengaji bagi anak setempat. Jumlahnya ada 7 anak dan 1 guru pengajar.

 

Wahyudi berharap agar Mushala ini layak seperti yang lainnya, yakni ada fasilitas memadai. "Ya segera diperbaiki, dilengkapilah, terutama untuk pengeras suara," ungkapnya.

 

Sementara waktu jamaah shalat Jum'at, warga pergi ke Masjid di Dusun Lunggurjaya, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor. "Kalau waktu jum'atan, warga ke masjid sebelah. Ya di (dusun) Lunggur itu, daerahnya ikut Kecamatan Bagor," pungkasnya.

 

Jarak antara rumah warga ke Masjid di Dusun Lunggurjaya, Desa Banaran, Kecamatan Bagor itu jaraknya sekitar 1 kilometer.

 

Sementara itu, Ketua Ansor Ranting Ngadiboyo, Pamuji mengatakan, dirinya akan menyiapkan guru pengajar mengaji untuk anak-anak. Tenaga pengajar itu akan didatangkan dari Desa Ngadiboyo. "Ini nanti bisa padukan sama Pak Khoirul. Jadi bentuk belajar agamanya juga lebih kuat," kata Pamuji.

 

Menurutnya, dimungkinkan setelah Mushala layak, seiring berjalannya waktu nanti tidak hanya untuk anak-anak yang mengaji.

 

 

"Mushala ini, ya yang jelas untuk shalat, ngaji, terus kegiatan masyarakat biasanya juga di situ," kata Joko Purnomo (27) warga setempat.

 

Penulis: Kang Fandi

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru