• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Matraman

Pesantren Bumi Hidayah At-Taqwa Trenggalek Miliki Santri Kader Husada

Pesantren Bumi Hidayah At-Taqwa Trenggalek Miliki Santri Kader Husada
Pelatihan kader husada santri Pesantren Bumi Hidayah At-Taqwa Trenggalek. (Foto: NOJ/ MJ).
Pelatihan kader husada santri Pesantren Bumi Hidayah At-Taqwa Trenggalek. (Foto: NOJ/ MJ).

Trenggalek, NU Online Jatim

Pesantren menjadi unsur komunitas penting dalam penguatan karakter kebangsaan. Kader-kader santri selain menjadi generasi emas bangsa dan agama juga harus melek kesehatan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ada sisi kesehatan yang harus diperhatikan semua kalangan, termasuk santri.

 

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Hidayah At-Taqwa, KH Fatchulloh Sholeh menuturkan, total ada 24 pelajar pondok membentuk kader santri supaya memahami kesehatan.

 

Pihaknya berterima kasih kepada petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek yang telah jemput bola ke masyarakat bahkan pesantren.

 

"Ini merupakan sinergitas antara ulama dan umara dalam sub kesehatan. Pesantren merupakan komunitas penting, yang di dalamnya terdapat kader penerus bangsa yang harus terjamin kesehatan serta tumbuh kembangnya," kata KH Fatchulloh Sholeh, Kamis (03/06/2021).

 

Kesadaran tentang kesehatan menginisiasi Ponpes Bumi Hidayah At-Taqwa Kedunglurah untuk membentuk Kader Santri Husada di lingkungan pondoknya. Sebagai bentuk ikhtiar santri dalam masa pandemi yang masih belum berakhir. Ditambah sebagai bentuk edukasi bagi santri selain pelajaran keagamaan.

 

Gus Loh sapaan akrabnya menuturkan, menunjang eksistensi dan perkembangan santri, kesehatan menjadi faktor utama guna mendukung santri lebih kreatif dan mudah menyerap ilmu yang diberikan oleh sang kiai. 

 

"Santri perlu terjamin kesehatannya agar jiwanya mampu menerima hal-hal positif di pesantren," katanya kepada NU Online Jatim.

 

Pihaknya berharap, kedepan adanya program ini mampu menghapus citra negatif bilik pesantren bagi kaum awam. Pondok yang semula mendapat stigma kumuh, kurang bersih menjadi percontohan masyarakat dalam penerapan kebersihan dan kesehatan.

 

"Citra pesantren diidentikkan dengan tempat yang kumuh dan sumber penyakit, dapat terhapus dengan budaya hidup bersih dan sehat yang dijalankan oleh, dari, dan untuk santri," beber kiai yang baru mendapat amanah Ketua PCNU Kabupaten Trenggalek 2021-2026 tersebut.

 

Sebagai informasi, 24 santri dibagi dalam 5 kelompok kerja, yang terdiri dari pokja perilaku hidup bersih dan sehat, pokja gizi, pokja penanggulangan penyakit, pokja kesehatan lingkungan, dan pokja ekonomi produktif. 

 

Kemudian dilanjut dengan pengenalan pokja hingga tugas dan kewajiban. Materi tersebut disampaikan dengan oleh Dinasty Hari RM, dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

 

 

Follow up akan dilaksanakan pendampingan selama 10 bulan kedepan. Pengawalan penuh, pendamping kader dan evaluasi setiap bulannya menjadi bukti keseriusan pondok pesantren dalam membina santri.

 

"Sehingga mampu mencapai visi dari kegiatan ini, yaitu santri sehat, nusantara kuat," pungkasnya.

 

Penulis: Mochammad Saifulloh

Editor: Romza

 

 


Editor:

Matraman Terbaru