• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Matraman

Pesantren di Ponorogo Ajak Santri Tadabur Alam dengan Piknik

Pesantren di Ponorogo Ajak Santri Tadabur Alam dengan Piknik
Muhammad Busro, Pengasuh Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/Zen Muhammad)
Muhammad Busro, Pengasuh Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/Zen Muhammad)

Ponorogo, NU Online Jatim

Muhammad Busro, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, terus berupaya untuk memfasilitasi kebutuhan santri. Salah satunya kebutuhan santri dalam berwisata dengan aman dan nyaman.

 

Untuk mencapai hal tersebut, pihak pesantren membuat program Rihlah atau bisa juga dikatakan Tadabur Alam. Program ini bertujuan untuk mengenalkan santri pada alam yang ada di Bumi Reog, juga membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan penerimaan anggaran daerah dari sisi wisata.

 

Gus Busro mengatakan, jika libur pondok biasanya santri selalu meluangkan waktu bersama keluarga atau orang tercinta untuk menghabiskan waktu libur dengan berwisata.

 

"Nah, kalau sama keluarga masih kita tidak waswas. Tapi terkadang ada beberapa santri yang justru keluar dengan orang yang tidak kita kenal. Dalam artian, kita tidak berpikiran negatif tapi sebagai orang tua tentunya kita merasa khawatir," katanya kepada NU Online Jatim, Selasa (18/01/2022).

 

Gus Busro mengungkapkan, pihak pesantren memfasilitasi dengan program Tadabur Alam. Dengan program itu, para santri diajak kemah di wisata yang ada di Ponorogo. Kegiatan ini tentu bermanfaat bagi pemasukan PAD daerah dari sektor wisata.

 

"Secara psikologis, anak penginnya mencuri waktu keluar itu karena kadang dari pondok tidak memfasilitasi itu. Maka dengan program diharapkan bisa mencukupi kebutuhan santri berwisata dan secara tidak langsung bisa mengurangi kenakalan negatif yang tidak perlu dilakukan," paparnya.

 

Ia menambahkan sebagai orang tua tentunya perlu terus melakukan pengawasan kepada para santri ketika mereka berwisata di tempat-tempat wisata yang ada. "Jangan sampai mereka tersesat pada keindahan yang semu. Santri butuh piknik," canda Gus Busro.

 

Ia melanjutkan banyak santri yang terlihat lempeng di pondok terkadang di luar pondok malah tidak mencerminkan perilaku santri. "Ini yang tidak kita inginkan," pungkasnya.


Matraman Terbaru