• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 19 Mei 2024

Matraman

Quraish Shihab Tegaskan Hakikat Makna Syukur

Quraish Shihab Tegaskan Hakikat Makna Syukur
H Muhammad Quraish Shihab. (Foto: NOJ/Istimewa)
H Muhammad Quraish Shihab. (Foto: NOJ/Istimewa)

Pacitan, NU Online Jatim

Profesor H Muhammad Quraish Shihab mengatakan, nikmat syukur dan syukur nikmat mempunyai makna yang berbeda. Menurutnya, syukur manusia terhadap nikmat seringkali belum mencapai tahap bersyukur yang benar, sehingga tidak merasakan puncak kelezatan atas nikmat yang didapatkannya.

 

“Nikmat syukur bisa diartikan bahwa seorang yang mampu bersyukur sebenarnya telah memperoleh karunia Tuhan. Karena kita tidak dapat melakukan kebajikan kecuali kalau kita berkehendak melakukannya dan direstui oleh tuhan,” ujarnya.

 

Penegasan dari penulis tafsir Al-Misbah itu disampaikan melalui vidio yang diunggah di kanal YouTube Quraish Shihab, Jum’at (13/01/2023).

 

Cendikiawan yang produktif menulis itu menjelaskan bahwa nikmat syukur jika dilaksanakan dengan baik dan sempurna maka akan merasakan kelezatan ruhani. Ada hal di kalangan para pakar psikologi dipertanyakan mengapa anak-anak meskipun dilarang berpuasa masih mau berpuasa? Mengapa orang-orang bergembira waktu berbuka puasa? Jawabannya karena orang tersebut mengalami kelezatan ruhani.

 

“Itu sebabnya, jauh lebih banyak orang yang berpuasa dari pada shalat. Karena kenikmatan saat berpuasa jauh melebihi kelezatan jasmani dan nafsani. Nikmat syukur benar-benar dapat dirasakan jika melaksanakannya dengan benar. Seperti orang yang bersedekah karena terpaksa dan bersedekah karena panggilan hati akan jauh berbeda,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Prof Quraish mengatakan, syukur memiliki banyak makna, di antaranya diartikan menampakkan sesuatu. Oleh karenanya, syukur dipertentangkan dan dihadapkan dengan kikir. Syukur juga dimaknai dengan menerima yang sedikit dan menganggap banyak dengan apa yang telah diterimanya.

 

“Kita banyak menerima nikmat Allah. Jangan pernah berkata bahwa tidak mendapatkan nikmat. Menghirup oksigen, sehat, dan lain sebagainya merupakan nikmat yang harus disyukuri,” imbuhnya.

 

Dirinya menegaskan, jika hanya mewujudkan dengan ucapan saja maka belum termasuk syukur yang sempurna. Harus syukur yang disadari bahwa sesuatu itu baik dan anugerah Tuhan yang mendorong seseorang untuk mengucap kalimat syukur itu.

 

“Syukur juga bisa dimaknai dengan apa yang Anda berikan hanyalah sedikit. Jangan menganggap apa yang anda berikan itu banyak. Tapi, anggaplah yang Anda terima itu banyak. Jangan menganggapnya sedikit,” pungkasnya.


Matraman Terbaru