• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Matraman

Rangkaian Hari Santri, LTNNU Bedah ‘Perang Jombang’

Rangkaian Hari Santri, LTNNU Bedah ‘Perang Jombang’
Bedah buku 'Perang Jombang' yang dilaksanakan di Kantor MWCNU Jogoroto, Jombang, Kamis (29/10/2020). (Foto: NOJ/ Madi).
Bedah buku 'Perang Jombang' yang dilaksanakan di Kantor MWCNU Jogoroto, Jombang, Kamis (29/10/2020). (Foto: NOJ/ Madi).

Jombang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang  Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang mengadakan bedah buku berjudul “Perang Jombang'’ di kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Jogoroto, Kamis, (29/10/2020). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Santri 2020 Kabupaten Jombang.

 

Adapun kegiatan ini di ikuti oleh 50 peserta dari perwakilan Banom NU, yaitu Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU. Karena masih pademi Covid-19 kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Dengan didampingi langsung oleh tim satgas NU peduli Covid-19.

 

Syaiful Chabib, Ketua Panitia Bedah Buku mengatakan,  pihaknya menyadari bahwa saat ini mulai banyak kalangan muda yang kurang peduli terhadap sejarah. Sehingga kegiatan bedah buku ini salah satunya bertujuan untuk menggugah semangat generasi muda mempelajari sejarah.

 

"Dari latar belakang tersebut kami mengelar bedah buku resolusi jihad 'Perang Jombang'. Bertujuan agar kaum muda khususnya warga Jombang tahu peran pahlawan yang berasal dari jombang, sehingga mampu meneladani sifat-sifat pahlawan. Supaya lahir pemuda yang berjiwa nasionalis juga agamis seperti tokoh-tokoh yang ada di buku tersebut," kata Syaiful.

 

Menurutnya, generasi muda sebagai pemimpin masa depan perlu untuk meneladani perjuangan pahlawan terdahulu. "Apalagi ini tokoh yang berasal dari tanah kelahiran kita yaitu Jombang. Saya berharap para generasi muda Jombang bisa mejadi pemimpin yang berjiwa nasionalis dan agamis sehingga tidak ada permasalahan lagi antara keduanya," tandas Syaiful.

 

Sementara itu, Muhammad Fatoni Mahsun, pemateri sekaligus penulis buku 'Perang Jombang' menjelaskan, bukunya tersebut ditulis dengan gaya bahasa novel agar para generasi milenial bisa mengikuti alur cerita dalam resolusi jihad dengan nyaman.

 

"Saya mengikuti tren anak muda sekarang, mengingat anak milenial sekarang sulit dan males untuk menghafal nama tokoh, tanggal dan buku-buku sejarah. Maka saya tulis dalam bentuk novel agar mereka bisa menikmati alur ceritanya," jelas Fatoni.

 


 

Sebagai panelis, Inswiardi Ketua Lesbumi NU Jombang berpandangan, buku tersebut memiliki 3 karakter.  Yaitu Fatoni sebagai seorang jurnalis, penjemput data peneliti, dan novelis. Dalam 3 hal tersebut, pesan yang ingin disampaikan adalah orang itu bisa menjemput jiwa kepahlawanan dengan kesunyian yang dihadirkan oleh novel tersebut.

 

"Dalam buku tersebut saya menemukan 3 karakter. Dari 3 karakter tersebut ada beberapa fase yang bisa diziarahi bagaimana perjuangan menuju kemerdekaan," ujarnya.

 

Inswiardi mengungkapkan, bahwa buku ini menarik karena bisa mengangkat sejarah menjadi sebuah cerita dalam bentuk novel yang bisa dinikmati oleh semua orang.  "Intinya buku ini mas Fatoni mengajak kita untuk menjadi pahlawan," pungkasnya.

 

Penulis: Madi

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru