• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Peringatan Kemenag di Pulau Bawean Diisi Penanaman Mangrove

Peringatan Kemenag di Pulau Bawean Diisi Penanaman Mangrove
(Penanaman 300 mangrove oleh siswa di Bawean. (NOJ/Aminuddin)
(Penanaman 300 mangrove oleh siswa di Bawean. (NOJ/Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim
Kantor Urusan Agama (KUA) Sangkapura, Bawean, Gresik menggelar Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI ke 76. Kegiatan dikemas dengan pengibaran upacara bendera. Menariknya, acara juga diisi penanaman pohon mangrove oleh pelajar Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) beserta guru pendamping. Kegiatan dipusatkan di pantai Wisata Bahari Selayar (WBS), Senin (03/01/2022).
 

"Dalam kesempatan kali ini kegiatan juga dilakukan dengan memberikan santunan kepada anak-anak fakir miskin yang berada di Kecamatan Sangkapura. Juga dilakukan penanaman 300 pohon mangrove sebagai wujud keperdulian terhadap konservasi laut di pulau Bawean,” kata Kiai Ali Masyhar, Kepala KUA Sangkapura.
 

Pihaknya juga menyampaikan, upacara tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Yakni dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan karena masih masa pandemi Covid-19.
 

"Setiap tanggal 3 Januari, seluruh madrasah maupun instansi yang berada di bawah naungan kementerian agama melaksanakan upacara bendera dalam rangka hari lahir kementerian agama," terangnya.
 

Sementara itu, Muhet selaku Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Wisata Bahari Selayar, Sungairujing mengungkapkan bahwa kegiatan untuk melestarikan hutan mangrove, khususnya bibir pantai Desa Sungairujing. Dengan harapan bisa dicontoh desa yang punya bibir pantai. 
 

"Jika hutan mangrove rusak, pasti ekosistem di sekitar juga mati. Penanaman pohon mangrove ini sangat perlu untuk memperbaiki ekosistem yang ada," katanya.
 

Ia juga berharap penanaman mangrove yang dilakukan dapat mencegah intrusi air laut, erosi dan abrasi pantai yang kerap terjadi pada desa yang berada di pesisir pantai. Juga membentuk ekosistem baru bagi munculnya habitat hewan air seperti udang, ikan dan kepiting bakau.
 

"Sesuai prinsip kita bersama, jaga dan rawatlah alam kita, biar alam juga menjaga kita," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru