• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Metropolis

Pesantren Mahika Sidoarjo Gelar Diklat Jurnalistik Bangun Peradaban Literasi

Pesantren Mahika Sidoarjo Gelar Diklat Jurnalistik Bangun Peradaban Literasi
Diklat jurnalistik yang diadakan Pesantren Mahika Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Maschan Yusuf)
Diklat jurnalistik yang diadakan Pesantren Mahika Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Maschan Yusuf)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Madrasah Aliyah Manba’ul Hikam (Mahika) Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mengadakan diklat jurnalistik dengan mengusung tema “Membangun Peradaban Literasi Santri Era Digital”, Ahad (19/06/2022).


Kegiatan ekstrakurikuler ini dilangsungkan selama dua hari ini dipusatkan di gedung madrasah di lingkungan pesantren setempat. Sebanyak 30 orang anggota media jurnalistik El-Fikr Madrasag Aliyah Mahika mengikuti kegiatan ini.


Ketua panitia penyelenggara, Nahwan Mas’udi mengatakan, selama diklat para peserta akan menerima ilmu dari sejumlah pemateri sesuai dengan bidangnya masing-masing. Di antaranya, pengenalan tentang dunia jurnalistik, madrasah media, jihad media, desain grafis, dan teknik membuat video cinematic.


“Melalui diklat ini diharapkan bisa menumbuhkan kembali budaya literasi di pesantren dan membuka mindset santri, bahwa media pesantren juga merupakan jihad mereka di era digital saat ini,” katanya kepada NU Online Jatim.


Dirinya menambahkan, dengan menjadikan media pesantren sebagai ruang dakwah, maka akan menjadi perantara utuhnya ilmu-ilmu yang sudah mereka pelajari selama di Pesantren Mahika Sidoarjo.


“Semoga mereka nantinya akan menjadi waladuz zaman, para penggerak dimana pun mereka nanti berkontribusi. Karena dengan menguasai media maka akan lebih mudah untuk berkarya,” imbuhnya.


Sementara itu, salah satu pemateri, Yuli Riyanto memaparkan terkait cara mudah menulis berita, struktur berita, dan teknik wawancara. Dijelaskannya, menulis sebuah berita sebetulnya mudah, hanya perlu menerapkan kaidah dalam menulis berita, yakni 5W+1H (Who, What, Where, Why, When dan How).


“Tujuannya agar berita tersebut mudah disusun dalam pola yang sudah baku, sehingga akan mudah dipahami oleh khalayak umum. Karena dengan memenuhi unsur 5 W + 1 H, pokok informasi dalam penulisan sebuah berita akan lebih lengkap,” papar Kontributor NU Online Jatim yang juga Pemimpin Redaksi Majalah NU Care Sidoarjo tersebut.


Sedangkan Nabila Aulia, peserta diklat mengungkapkan, setelah mengikuti materi tersebut ia bisa lebih mengenal jurnalistik sekaligus melatih dirinya dalam berkreativitas.


“Kami berharap diklat jurnalistik ini diadakan setahun sekali. Materi ini sangat bermanfaat untuk bekal kami menulis,” ungkap santriwati kelas X tersebut.


Metropolis Terbaru