• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Metropolis

Tradisi Hari Raya Kupatan, Warga Gresik Gelar Tradisi Udik-udikan

Tradisi Hari Raya Kupatan, Warga Gresik Gelar Tradisi Udik-udikan
Tradisi udik-udikan. (Foto: NOJ/syafik)
Tradisi udik-udikan. (Foto: NOJ/syafik)

Gresik, NU Online Jatim

Di momen Hari Raya Kupatan atau dikenal dengan Hari Raya Ketupat, warga Gresik gelar tradisi udik-udikan dengan membagikan uang di rumahnya. Hal tersebut dilakukan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Khoirul Huda. Warga Gang Ganbus Desa Suci, Gresik itu semarak menabur uang receh untuk dibagikan kepada warga setempat. 

 

Para warga pun antusias mulai kalangan anak-anak sampai orang tua. Semuanya berebut uang dari salah satu tokoh masyarakat Gresik itu. Bahkan, sebagian warga mengenakan sarung untuk menampung lembaran koin uang, juga dari kalangan ibu-ibu menggunakan pakaian daster untuk mengambil uang yang dilempar. 

 

Anggota Komisi IV itu mengatakan, tradisi udik-udikan ini sudah menjadi budaya dalam perayaan Hari Raya Ketupat setiap 8 Syawal. Sebagian masyarakat Kota Santri sebutan Kabupaten Gresik pasca sehari hari raya atau tepatnya 2 Syawal melakukan puasa Syawal. Setelah seminggu puasa dilanjutkan merayakan Hari Raya Ketupat. Kegiatan ini diawali membaca doa dan tahlil di mushala atau masjid. 

 

“Setelah acara aca doa dan tahlil dilanjutkan dengan dik-udikan untuk menguatkan persaudaraan di kampung,” ucapnya, Senin (09/05/2022). 

 

Dijelaskan, di Desa Suci sendiri hampir setiap rumah melakukan traidisi udik-udikan ini. Awalnya tradisi yang ditabur adalah makanan atau ketupan. Dengan seiring berjalannya waktu dan zaman kini beralih ke uang. 

 

“Tradisi ini sudah turun temurun sejak puluhan tahun. Hanya saja sekitar sepuluh tahunan ini sudah berganti dari makanan ke uang,” jelasnya. 

 

Disamping itu, gelaran udik-udikan tidak hanya uang koin saja. Namun ada juga uang kertas yang dibungkus amplop atau disebut angpao Hari Raya.


Metropolis Terbaru