• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Pantura

Melalui LPNU, PCNU Lamongan Soroti Pemberdayaan Ekonomi

Melalui LPNU, PCNU Lamongan Soroti Pemberdayaan Ekonomi
Peluncuran gerai kulakan LPNU Lamongan. (Foto: NOJ/RB)
Peluncuran gerai kulakan LPNU Lamongan. (Foto: NOJ/RB)

Lamongan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan memiliki perhatian khusus terhadap bidang ekonomi. Melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Lamongan, PCNU setempat berhasil memberdayakan ekonomi secara makro mulai dari warga NU-nya hingga lembaganya.

 

Tarmudi, Ketua LPNU Lamongan mengatakan bahwa, pemberdayaan ekonomi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan eksistensi lembaga, kegiatan, juga warga NU.

 

“Kita harus berpikir bagaimana organisasi besar seperti NU harus punya anggaran besar. Oleh karena itu, LPNU bertugas membantu dan mengatur ekonomi secara makro. Sehingga mulai dari warga NU, badan otonom, lembaga, dan kegiatannya bisa tercover,” kata Tarmudi, Senin (28/06/2021).

 

Menurut Tarmudi, beberapa langkah ia lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

 

“Di tahun pertama kita membangun sebuah sistem teknologi untuk mengorganisir semua data sampai kegiatan badan otonom dan lembaga,” terangnya.

 

Kedua, LPNU Lamongan memiliki sebuah website yang menggunakan sistem pelayanan koperasi.

 

“Setelah itu baru kita melakukan yang namanya kegiatan aplikatif yaitu kita sudah berbasis teknologi dalam hal ini berada di bawah naungan buminu.co.id,”

 

Menyadari perlunya ada penguatan sistem ekonomi dari yang paling bahwa, dalam hal ini adalah perputaran keuangan maka LPNU Lamongan memiliki program satu dusun satu toko peracangan.

 

“Kami berhasil membangun 15 toko peracangan karena ujung tombaknya di situ. Toko pracangan ini ini dibangun dengan sistem sosial komersial yang dibiayai oleh APBN Lamongan lalu diberikan kepada satu dusun. Dimana kita bisa memilih salah satu lembaga atau badan otonom untuk mengelola toko peracangan tersebut. Kemudian bagi hasilnya 50 persen diberikan kepada pengelola dan 50 persen diberikan kepada fakir miskin di sekitarnya,” jelasnya.

 

Turmudi berharap dengan adanya berbagai program ini juga bisa meningkatkan eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

“Dengan ini kami berharap bisa membantu UMKM masyarakat karena masyarakat tidak perlu bingung untuk menjual barang dagangannya,” pungkasnya.


Pantura Terbaru