• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pantura

Muharram, Madrasah di Lamongan Salurkan Beasiswa Yatim Piatu

Muharram, Madrasah di Lamongan Salurkan Beasiswa Yatim Piatu
Acara Harmoni Bulan Muharram 1443 Hijriah MI Unggulan Sabilillah, Lamongan. (Foto: NOJ/M Idris M).
Acara Harmoni Bulan Muharram 1443 Hijriah MI Unggulan Sabilillah, Lamongan. (Foto: NOJ/M Idris M).

Lamongan, NU Online Jatim

Pada bulan Muharram, Yayasan Sabilillah Lamongan memberikan santunan kepada 17 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Unggulan Sabilillah Lamongan yang berstatus yatim piatu. Penyerahan dilakuakan saat acara Harmoni Bulan Muharram 1443 Hijriah yang dipusatkan di aula madrasa setempat, Kamis (26/08/2021).

 

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Lamongan, H Fausi meminta kepada kepada seluruh stakeholder berjalan sesuai tupoksi masing-masing, serta bekerja sama dengan baik. Hal tersebut agar visi dan misi madrasah dapat tercapai dengan maksimal.

 

“Baik itu dari pihak struktural madrasah, yayasan, maupun dari pihak Kemenag, semuanya harus berjalan berdampingan sesuai tupoksinya,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

 

Sementara Direktur Pendidikan MI Unggulan Sabilillah, Sulthon Hakim menyampaikan, bahwa tujuan acara tersebut digelar untuk memuliakan bulan Muharram. Mengingat oleh banyak kalangan Muharram disebut bulannya anak yatim. Oleh karenanya, dilakukanlah penyerahan beasiswa kepada mereka.

 

“Beasiswa yang diberikan kepada anak yatim piatu tersebut berlaku selama satu tahun masa pelajaran,” tuturnya.

 

Menurutnya, meskipun mereka berstatus sebagai anak yatim piatu, tapi semangat untuk mencari ilmu terus menyala. Hal itulah yang membuat pihaknya berinisiatif untuk memberikan beasiswa.

 

“Hal ini sebagai wujud apresiasi pihak yayasan atau madrasah kepada mereka yang tidak pernah kehilangan semangat untuk belajar di tengah keterbatasan yang dimiliki,” imbuhnya.

 

Dirinya pun berpesan kepada para anak yatim, agar semangat tersebut terus dijaga. Menurutnya, semangat menimba ilmu jangan sampai hilang hanya sebab status sosial yang dimiliki.

 

“Jangan pernah berpuas diri atau dengan hanya lulus sampai tingkat dasar saja. Masa depan kalian masih panjang, harus sampai ke perguruan tinggi,” harapnya.

 

Penulis: M Idris Muzaki

Editor: A Habiburrahman


Pantura Terbaru