• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Parlemen

APBD Surabaya 2022 Resmi Disahkan di Angka Rp10,3 Triliun

APBD Surabaya 2022 Resmi Disahkan di Angka Rp10,3 Triliun
Pengesahan APBD Kota Surabaya 2022 di DPRD setempat. (Foto: NOJ/A Toriq A)
Pengesahan APBD Kota Surabaya 2022 di DPRD setempat. (Foto: NOJ/A Toriq A)

Surabaya, NU Online Jatim

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya resmi disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya, Kamis (11/11/2021).

 

APBD yang disahkan dalam paripurna tersebut sebesar Rp10,3 triliun. Rinciannya, pengalokasian di sektor pendidikan Rp2,32 triliun (22,34%), kesehatan Rp2,14 triliun (20,63%), infrastruktur Rp2,02 triliun (19,4%), dan pemulihan ekonomi Rp224,8 miliar (2,16%).

 

Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengomentari anggaran pemulihan ekonomi yang hanya berkisar di angka 2,16 persen dari total APBD 2022. Menurutnya, di tahun 2022 pemulihan ekonomi masih menjadi isu utama yang harus diprioritaskan Pemkot Surabaya.

 

"Arah kebijakan tahun anggaran 2022 adalah pemulihan ekonomi dan sosial melalui penguatan sektor strategis dan dukungan terhadap usaha mikro dan sektor informal, maka ini harus menjadi napas semangat kita bersama dengan spirit nilai-nilai kepahlawanan," ujar Reni dalam keterangan tertulis, Jumat, (12/11/2021).

 

Reni menegaskan, pemulihan ekonomi tidak cukup ditopang oleh anggaran pemulihan ekonomi yang bersumber dari APBD. Karena itu, menurutnya, perlu upaya kolaboratif dari berbagai stakeholder kota untuk memulihkan ekonomi Kota Pahlawan.

 

"Di masa pandemi ketika lonjakan kasus menurun adalah pemulihan ekonomi yang tidak cukup jika andalkan APBD saja karenanya kebijakan yang mampu menstimulus ekonomi harus terus ditingkatkan. Hal penting juga di masa saat ini Surabaya butuh pahlawan pemulihan ekonomi baik dari masyarakat, pengusaha, pelaku UMKM, dan siapapun yang memiliki spirit perjuangan bangkitkan ekonomi Surabaya," tutur Reni.

 

Ia meminta Pemkot Surabaya agar membuat kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, di antaranya, dengan kebijakan ramah investasi sehingga menambah ketersediaan lapangan kerja, memperluas ekosistem wirausaha hingga tingkat kampung, kemudahan akses pembiayaan keuangan bagi UMKM, serta optimalisasi aset pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi warga.

 

Reni menggarisbawahi, pemulihan ekonomi harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga. Maka dari itu, ia menekankan indikator kesejahteraan harus menjadi fokus pemerintah kota dalam menjalankan APBD 2022.

 

Reni mengulas di akhir tahun 2021, Indeks Gini ditargetkan turun menjadi 0,328 dari saat ini 0,344, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) ditargetkan turun menjadi 8,99% dari saat ini 9,79%, dan angka kemiskinan ditarget turun menjadi 4,62% dari saat ini 5,02%. Adapun IPM (Indeks Pembangunan Manusia) ditargetkan naik menjadi 82,50 dari saat ini 82,23.

 

"Indikator pertumbuhan ekonomi dan indikator kesejahteraan agar menjadi dashboard atau panduan bagi pemerintah kota untuk mempersembahkan APBD 10,4 triliun (rupiah) ini benar-benar dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan warga kota Surabaya, anggaran sektor pendidikan dan kesehatan harus benar-benar terealisasi mensolusi kebutuhan dasar warga," urai Reni.


Parlemen Terbaru