• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Parlemen

Ketua Fraksi Gerindra Jatim Apresiasi Fasilitas Jamaah Haji

Ketua Fraksi Gerindra Jatim Apresiasi Fasilitas Jamaah Haji
Ketua Fraksi Gerindra Jatim, Muhammad Fawaid (kiri) saat di Baitullah. (Foto: NOJ/ISt)
Ketua Fraksi Gerindra Jatim, Muhammad Fawaid (kiri) saat di Baitullah. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim
Muhammad Fawaid selaku Ketua Fraksi Geridra DPRD Jawa Timur mengapresiasi atas tanggung jawab Menteri Agama (Menag) RI, H Yaqut Cholil Qoumas. Karena sudah menggelar pelaksanaan haji tahun ini dengan baik. Ia katakan, ibadah haji saat ini berbiaya murah dengan fasilitas lengkap. Sehingga kebutuhan para jamaah asal Indonesia terpenuhi kehidupannya dan ibadah haji berjalan lancar. 


“Luar biasa sekali apa perhatian dari Menag atas fasilitas seluruh jamaah haji bisa terjamin semuanya,” katanya, Ahad (10/07/2022). 


Dijelaskan Fawaid, meski dengan biaya haji yang cukup terjangkau, ternyata fasilitas yang diterima jamaah sangat memuaskan. Hal tersebut sebagaimana disaksikannya sendiri selama pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut.


Dirinya kemudian membandingkan dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Bahwa jamaah harus mengeluarkan biaya demikian besar, akan tetapi kenyamanan yang diterima tidak seperti tahun ini. 


“Dari aturan baru yang sekarang berlaku, jika dihitung tentunya untuk bisa hidup di Tanah Suci ibadah haji harus merogoh uang sebesar Rp80 juta. Namun, sekarang ini dengan biaya Rp30 hingga Rp35 juta bisa mendapatkan fasilitas lebih. Ini yang kami apresiasi,” jelas Presiden Laskar Shalawat Nusantara tersebut. 


Tidak hanya itu, Ketua  Tunas Indonesia Raya  atau Tidar Jatim ini mengatakan, Meteri Agama RI ternyata juga memperhatikan nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Arab Saudi. Dengan diajak terlibat langsung dalam penyediaan fasilitas bagi para jamaah. 


“Sebelumnya, TKI tidak diikutsertakan. Namun untuk ibadah haji tahun ini mereka dilibatkan langsung dengan diminta menyediakan makanan khas orang Indonesia, misalnya bakso dan lainnya,” katanya. 


Dan bagaimana hasilnya? Ternyata sangat membanggakan sehingga hal tersebut juga menambah pendapatan mereka.


“Hasil selama melayani jamaah haji dari Tanah Air, TKI bisa mengirimkannya ke kampung halaman,” tandasnya.


Editor:

Parlemen Terbaru