• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Parlemen

PKB Realisasikan Bantuan Rp300 M untuk Nahdliyin

PKB Realisasikan Bantuan Rp300 M untuk Nahdliyin
Fauzan Fuadi bersama Anik Maslachah saat berada di kantor PWNU Jatim. (Foto: NOJ/A Toriq)
Fauzan Fuadi bersama Anik Maslachah saat berada di kantor PWNU Jatim. (Foto: NOJ/A Toriq)

Surabaya, NU Online Jatim
Sebagai partai yang kelahirannya dibidani Nahdlatul Ulama, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memberikan perhatian lebih kepada jamiyah dan juga jamaah. Di Jawa Timur misalnya, untuk tahun 2022 ini, PKB tetap konsisten merealisasikan aspirasi konstituen dengan cara memastikan bantuan Rp300M untuk Nahdliyin.
 

Bantuan merupakan hasil akumulasi dari berbagai aspirasi Nahdliyin yang ada di Jawa Timur. Aspirasi tersebut di antaranya pemenuhan sarana dan prasarana pondok pesantren, madrasah, bantuan kendaraan operasional dan bantuan sarana dan prasarana rumah sakit dan klinik yang ada di bawah naungan NU.
 

“Bantuan tersebut merupakan bagian semangat untuk melakukan perbaikan di berbagai sub sistem kebutuhan dasar masyarakat yang mengharapkan adanya perbaikan, seperti pendidikan dan kesehatan,” kata Ketua Fraksi PKB Jawa Timur, Fauzan Fuadi, Kamis (03/02/2022). 
 

Menurutnya, perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan memerlukan sentuhan sumber daya manusia mumpuni. Namun demikian, juga harus didukung pemenuhan sarana dan prasarana. Sebab itu, ia bersama koleganya yang berada di Fraksi PKB berusaha mewujudkan apa yang menjadi hak dan kebutuhan konstituen melalui kebijakan anggaran di parlemen.
 

Ketika disinggung soal hubungan PKB dan PBNU, Bendahara DPW PKB Jawa Timur  itu menyatakan bahwa partainya sama sekali tak merasa terdampak terhadap isu-isu yang ada saat ini. Bagi PKB, khidmat kepada NU adalah kewajiban yang harus diwujudkan oleh kader partai.
 

"Tidak, kami tidak terpengaruh sama sekali. Kami tetap sam'an wa tha'atan kepada para masyayikh,” katanya.
 

Dikemukakan kalau tidak ada perubahan, termasuk kebijakan anggaran di Jawa Timur, maka pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan dan sebagainya bisa direalisasikan tahun ini.
 

Lebih lanjut, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut mengklaim bahwa telah merealisasi bantuan untuk Nahdliyin sebesar Rp 444 Miliar selama kurung waktu dua tahun. Yaitu  2020 sebesar Rp211 Miliar dan 2021 sebanyak Rp233 Miliar. 
 

“Alhamdulillah sudah cair, terealisasi Rp444 Miliar untuk pendidikan, kesehatan dan juga pembangunan gedung NU di berbagai tingkatan,” ujarnya.
 

Ditemui di kantornya, Jalan Indrapura Surabaya, ia menjelaskan bahwa PKB tidak hanya merealisasi aspirasi Nahdliyin, termasuk aspirasi dari seluruh masyarakat dan konstituen. Seperti pembangunan jalan, pembangunan sumur bor, bantuan alat pertanian dan sebagainya. Semua aspirasi masyarakat yang disetujui oleh parlemen dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah direalisasi dan totalnya tidak kalah besar.
 

“Semua aspirasi masyarakat telah kita bawa dalam rapat paripurna untuk kemudian disetujui. Alhamdulillah banyak yang disetujui, namun ada yang belum disetujui karena APBD kita juga terbatas. Sehingga menggunakan skala prioritas,” tutupnya.


Editor:

Parlemen Terbaru