• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 4 Maret 2024

Pendidikan

FEB Unisma Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Syariah

FEB Unisma Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Syariah
Ronald Yusuf Wijaya selaku Ketua Umum AFSI saat memberikan materi. (Foto: NOJ/TM)
Ronald Yusuf Wijaya selaku Ketua Umum AFSI saat memberikan materi. (Foto: NOJ/TM)

Malang, NU Online Jatim
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) meningkatkan literasi keuangan digital baik bagi mahasiswa maupun para dosen dengan menggelar kegiatan AFSI Goes to Campus, Rabu (29/11/2023) di Hall Gus Dur Lantai 7 Gedung Pascasarjana Unisma.

 

Acara yang mengangkat tema Keuangan Digital Syariah: Tren, Peluang dan Tantangannya ini dihadiri langsung oleh Ronald Yusuf Wijaya selaku Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah (AFSI) yang juga CEO PT Ethis Indonesia. Hadir juga dalam acara ini Ismirani Saputri selaku Kepala Kantor OJK Malang dan juga Indri Rahayoeningtyas selaku Direktur PT Prudential Sharia Life Assurance.

 

Dalam sambutannya, Dekan FEB Unisma Nur Diana menyampaikan terima kasih kepada para mitra atas kerja sama dalam mendukung kegiatan tridharma perguruan tinggi sehingga Unisma mendapatkan penghargaan dari LLDIKTI.

 

“Terima kasih kepada narasumber yang hadir dalam acara seminar digital literasi. Kami juga ucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin baik dengan OJK maupun dengan AFSI yang selama ini sangat mendukung berbagai program tridharma yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang,” kata Nur Diana.

 

“Alhamdulillah dengan kondisi ini, Unisma mendapatkan penghargaan sebagai kampus yang memiliki mitra industri terbanyak dan terbaik dari LLDIKTI. Tentunya ini sangat mendukung bagi adik-adik sekalian yang saat ini sedang menempuh pembelajaran di kampus tercinta yang Universitas Islam Malang,” imbuhnya.

 

Diana menyampaikan perkembangan teknologi membuat munculnya barang baru yaitu financial technology. Selama ini, kata dia, pihaknya tahu bahwa perkembangan digitalisasi telah berkembang menjadi barang baru yang harus dipahami dengan baik.

 

“Untuk itu, kita sebagai kampus, sebagai sentra komunitas untuk edukasi dan sosialisasi terkait dengan literasi keuangan digital maupun financial technology perlu mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya. Baik itu dari AFSI dan juga OJK sebagai pengawas terkait bagaiamana implementasi dari financial technology yang sangat ini marak berkembang di Masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, adanya perkembangan revolusi industri 5.0 harus direspons oleh perguruan tinggi. Diana mengatakan untuk merespons kemajuan revolusi industri tersebut salah satunya dengan menghadirkan mata kuliah financial technology.

 

“Kehidupan kita sehari-hari tidak akan lepas dari sisi keuangan. Transaksi apapun yang melibatkan berbagai platform perlu pelajari dan harus kita tingkatkan bagaimana pemahaman kita terhadap perkembangan-perkembangan fintech yang ada di Indonesia,” papar dia.

 

Dengan munculnya era revolusi industri 5.0, FEB Unisma menghadirkan pula mata kuliah fintech syariah yang telah diikuti oleh mahasiswa FEB Unisma. Untuk menghadirkan mata kuliah ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

 

“Beberapa proses telah dilakukan oleh FEB Unisma, di antaranya dosen ikut magang di AFSI, bahkan AFSI sering kali memberikan kuliah di FEB Unisma termasuk ikut meramu mata kuliah fintech syariah,” kata dia.

 

Diana juga menyampaikan pentingnya kegiatan ini agar peserta mendapatkan informasi yang akurat khususnya yang berkaitan dengan financial technology.

 

“Kami menghadirkan narasumber dari AFSI dan Prudential Syariah yang akan memberikan materi yang sangat bermakna. Kita akan mendapatkan informasi yang berharga sehingga jangan sampai mendapatkan informasi yang bias. Maraknya kegiatan ilegal di bidang fintech. Apakah itu telah tercatat sebagai anggota dan mendapatkan pengawasan dari OJK sehingga kita mendapatkan informasi mana yang legal dan tidak legal,” tuturnya.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh kedua narasumber. Sebagai narasumber pertama, Ronald Yusuf Wijaya menyampaikan materi mengenai fintech syariah yang terdiri dari payment, peer to peer lending, inovasi keuangan digital, serta securities crowdfunding.

 

Dia juga menyampaikan fintech syariah Indonesia berada pada posisi nomor ke-3 di dunia setelah Malaysia dan Saudi Arabia. Narasumber kedua, Indri Rahayoeningtyas menyampaikan pentingnya asuransi yaitu perlindungan pendapatan, dana darurat, perlindungan kesehatan, warisan, dana pensiun, serta pelindungan dana pendidikan.

 

Lebih lanjut, Indri menyampaikan kelebihan asuransi syariah karena memiliki tiga nilai yaitu nilai religius (syariah), nilai kemanusiaan (tolong-menolong), serta nilai ekonomi (adil, transparan, inklusif).


Pendidikan Terbaru