• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 30 Januari 2023

Pendidikan

Mahasiswa FKIK UIN Malang Raih Tiga Medali dari Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa FKIK UIN Malang Raih Tiga Medali dari Pengabdian Masyarakat
Fitriyani, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang angkatan 2020. (Foto: NOJ/Humas UIN)
Fitriyani, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang angkatan 2020. (Foto: NOJ/Humas UIN)

Malang, NU Online Jatim
Fitriyani, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang angkatan 2020 mengikuti kegiatan Volunteering and Conference by Garuda Youth Summit pada Selasa hingga Ahad (25-31/10/2022) lalu. Dirinya mendapatkan tiga medali dalam Garuda Youth Summit ini terdiri dari pengabdian masyarakat serta konferensi Internasional.


Melalui pengabdian masyarakat dilaksanakan di tapal batas Entikong, Kabupaten Sangau, Provinsi Kalimantan Barat dengan tema yang bertajuk 'Refleksi Pendidikan, Literasi, dan Kepemudaan Bersama Masyarakat'. Penghargaan Fitriyani dalam kategori ide terbaik, delegasi terbaik, serta divisi terbaik dalam konferensi Internasional Garuda Youth Summit 2022.


"Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini, salah satu keuntungannya mendapat banyak pengalaman serta relasi yang sangat luas," katanya kepada NU Online Jatim, Selasa (22/11/2022).


Bersamaan dilaksanakan pula leadership sharing bersama tokoh pemuda atau aktivis pemberdayaan masyarakat dan pimpinan daerah. Konferensi pelaksanaan Internasional di Universiti Malaya dengan mengangkat tema 'Pembangunan Nasional Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)'.


"Kegiatan tersebut berada di tiga negara, yaitu Indonesia tepatnya di Kecamatan Entikong yang merupakan perbatasan wilayah utara Indonesia, Malaysia, dan Singapura," terangnya.


Menurutnya, ia ingin mencoba hal baru dengan keluar zona nyaman serta ingin merasakan sebuah pengalaman kegiatan Internasional secara langsung tatap muka. Berbagai seleksi yang ia lalui sebelum bisa lolos untuk mengikuti kegiatan Garuda Youth Summit 2022.


"Ada seleksi berkas, seleksi tulis, dan wawancara. Jalan tak selalu mulus yang saya lalui dalam melaksanakan pekerjaan yang banyak dan cukup padat," ungkapnya.


Kendala yang pernah ia alami, salah satunya adalah jadwal kuliah bersamaan dengan projek yang sama-sama padatnya. Kuncinya adalah bagaimana mengatur manajemen waktu yang baik serta penerapan skala prioritas.


"Itu merupakan kunci utama untuk tetap produktif di tengah padatnya jadwal kuliah. Jika memiliki keinginan yang tinggi, jangan ragu untuk mencoba. Kita cuma perlu berdoa dan berusaha yang lebih keras," pesannya.


Pendidikan Terbaru