• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 5 Februari 2023

Pendidikan

Mahasiswa KSM Unisma Manfaatkan Ampas untuk Pupuk Kompos

Mahasiswa KSM Unisma Manfaatkan Ampas untuk Pupuk Kompos
Pembuatan Pupuk Kompos. (Foto: NOJ/Humas)
Pembuatan Pupuk Kompos. (Foto: NOJ/Humas)

Malang, NU Online Jatim
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan program kerja dengan pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan ampas rempah wedang tomboan. Kegiatan ini dipusatkan di Situs Patirtaan Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.


Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau perisa dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang serupa, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.


Ampas rempah dari wedang tomboan di Situs patirtaan Ngawonggo cukup banyak dan dapat dimanfaatkan untuk bahan utama pembuatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan produk ramah lingkungan yang mudah di buat oleh siapapun. Pembuatannya hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, serta sampah organik.


Eco enzyme atau garbage enzyme yang di buat adalah larutan kompleks hasil fermentasi dari limbah organik (ampas rempah) dengan gula merah atau molase dan air dengan bantuan mikroorganisme selektif dari kelompok jamur dan bakteri. Hasil larutan fermentasi memiliki warna coklat tua dan berbau asam-manis kuat khas produk fermentasi.


Eco enzyme bisa menjadi cairan serbaguna dan pengaplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian atau untuk peternakan. Ia memiliki warna cokelat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang cukup kuat.


Banyaknya daun bambu kering di Situs Patirtaan Ngawonggo dapat dimanfaatkan untuk bahan dasar pupuk kompos. Sebelum dilakukan pencampuran dengan eco enzyme, daun bambu kering dicacah terlebih dahulu agar proses penguraian lebih cepat.


Selanjutnya, daun bambu kering yang telah dicacah akan dicampur sedikit demi sedikit dengan cairan eco enzyme, lalu diaduk hingga rata di compos bag dan memerlukan waktu beberapa minggu untuk menghasilkan pupuk kompos.


Pendidikan Terbaru