• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Pendidikan

Mahasiswa KSM Unisma Pasarkan Batik Motif Capung Desa Pujon Kidul

Mahasiswa KSM Unisma Pasarkan Batik Motif Capung Desa Pujon Kidul
Mahasiswa KSM Unisma saat membuat batik motif capung. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)
Mahasiswa KSM Unisma saat membuat batik motif capung. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)

Malang, NU Online Jatim
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik kelompok 41 Universitas Islam Malang (Unisma) menjalankan program kerja berupa pembuatan batik motif capung di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

 

Kepala Desa Pujon Kidul Hartoko mengatakan, desa ini tidak hanya dikenal sebagai desa wisata saja, tetapi juga memiliki sisi lain yang jarang diketahui khalayak umum berupa batik capung yang merupakan salah satu jenis batik yang menjadi ciri khas disini.

 

“Batik motif capung dipilih karena mengandung filosofi pesona ramah lingkungan dan kesederhanaan," katanya.

 

Menurutnya, capung merupakan binatang yang peka terhadap kadar kemurnian air, capung juga dikenal sering terbang diatas permukaan air dan dapat menimbulkan riak kecil  dengan sentuhan lembut dikakinya.

 

“Simbiolisme capung menyatakan bahwa pikiran bawah sadar memiliki kemampuan untuk membiarkan pikiran yang lebih dalam muncul kembali ke permukaaan,” urainya.

 

Sementara itu, salah satu warga bernama Ibu Arafah menjelaskan, dalam proses pembuatan batik capung yang dikerjakan setiap satu minggu sekali, ada beberapa bahan yang harus disiapkan yaitu seperti kain, pensil, canting, zat pewarna, malam, wajan, kompor, dan saringan.

 

“Proses dari pembuatan batik digambar terlebih dahulu diatas kain putih, di motif diberi warna,waterglass atau biasa disebut dengan penguncian warna, direbus yang bertujuan agar sisa dari lilin tersebut menghilang, proses terakhir yaitu penjemuran,” jelasnya.

 

Dirinya mengungkapkan, batik capung yang telah dibuat oleh masyarakat Desa Pujon Kidul yang sudah terpilih dan dirasa layak untuk diperjual belikan, kemudian dipasarkan di cafe sawah.

 

“Karena di cafe sawah sendiri banyak wisatawan lokal yang datang, sehingga dapat menarik wisatawan untuk membeli dan mengetahui bahwasanya desa ini memiliki sisi lain tersendiri,” pungkasnya.

 

Penulis: Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 41 Unisma


Editor:

Pendidikan Terbaru