• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Pendidikan

Penutupan Oshika Unisma Ditutup Manis dengan Torehan Rekor MURI

Penutupan Oshika Unisma Ditutup Manis dengan Torehan Rekor MURI
Penyerahan Piagam Rekor MURI kepada Rektor Unisma. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)
Penyerahan Piagam Rekor MURI kepada Rektor Unisma. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)

Malang, NU Online Jatim

Penutupan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) bagi mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma) disambut meriah. Pasalnya kampus yang terletak di Jalan MT Haryono No 225 Malang itu berhasil memecahkan rekor MURI.

 

Senior Manager MURI, Sri Widayanti mengungkapkan Unisma bukan kali pertama menorehkan rekor melainkan sudah delapan rekor yang tercatat di MURI. Raihan Unisma kali ini telah tercatat sebagai 'Unggahan Video Ekspresi Cinta Tanah Air di Media Sosial' terbanyak oleh mahasiswa baru.

 

"Total unggahan 4.527 unggahan tercatat sebagai rekor ke 10.017. Piagam akan kami serahkan kepada Bapak Rektor Unisma," kata Sri Widayanti di Gedung Bundar Unisma, Rabu (08/09/2021).

 

Perempuan perwakilan dari Museum Rekor MURI tersebut mengaku merasa terharu dengan hasil karya dan karsa yang dibuat oleh ribuan mahasiswa. Karena mereka kelak akan menjadi penerus estafet garda terdepan bangsa.

 

"Kami merinding kreativitas yang dilakukan mahasiswa. Kami bangga pada kalian semua atas rasa cinta tanah air," ujarnya.

 

Senada, Rektor Unisma, Prof Maskuri menjelaskan ini akan menjadi viral besar di Indonesia. Perolehan rekor muri ini adalah bagian dari kontribusi Unisma, khsusunya kontribusi mahasiswa baru 2021-2022 untuk membangkitkan semangat jiwa kebangsaan yang bersama-sama dengan publik melakukan aksi nyata.

 

"Apakah itu melalui literasi, power, aksi dan sebagainya dilakukan bersama-sama dengan masyarakat. Apalagi di era merdeka belajar kampus merdeka," terang Prof Maskuri.

 

Ia menuturkan, rekor MURI telah memberikan anugerah dan membanggakan unisma yang kesekian kalinya serta menandakan bahwa Unisma tidak berhenti dalam zona nyaman yang telah diraih.

 

"Ini akan menjadi membedakan dari universitas yang lain. Baik lompatan-lompatan inovasi, keintelektualan dan keagamaan," ujar alumnus Pesantren Langitan Tuban, Seblak dan Tebuireng, Jombang ini.

 

Rektor Unisma dua periode 2014-2018 dan 2018-2022 tersebut mengungkapkan akan membawa Unisma menjadi kelas dunia. 

 

Di samping itu, banyak mahasiswa yang menginginkan agar bisa masuk secara tatap muka, namun ini masih dalam tahap pengenalan.

 

"Insyaallah kita akan melakukan hal baru lagi dalam waktu dekat," paparnya.

 

Prof Maskuri mengaku, Oshika telah usai dilalui selama tiga hari. Karena itu masih pengenalan, maka harus ada follow up baik perkuliahan, organisasi kemahasiswaan, dan berbagai aktivitas membanggakan, hiruk pikuk kemahasiswaan, keagaman serta kegiatan yang lain.

 

"Dalam rangka mempersiapan sumber daya manusia dalam dimensi intektualitas, keagaaman dan kebangsaan, maka perlu ada follow up setelah Oshika,” imbuh pria yang pernah ikut program Short Course di Canada tersebut.

 

Menurutnya, tiga dimensi harus diintergrasikan yaitu sosok intelektual Indonesia yang memiliki wawasan luas, bukan di dalam negeri tapi dunia. Caranya dimulai dari hal kecil berfikir mendunia.

 

"Ini menjadi lokomotif kehidupan agar mahasiswa menjadi orang yang bermanfaat. Inilah semangat kami, bukan hanya mengubah bangsa tapi dunia," pungkasnya.

 

Ditemui selepas penutupan, salah salah satu mahasiswa baru, Nadziroh Azufatullatifah menjelaskan video yang dibuatnya adalah kompilasi mencerminkan cinta NKRI. Durasi maksimal hanya 3 menit setiap mahasiswa.

 

"Visualnya hanya menampilkan beberapa video, juga ada bernyanyi begitu," ungkap Nadziroh Azufatullatifah.

 

Ia menambahkan, video yang dibuat di rumah sekitar tanggal 5 September 2021 cukup berkesan karena telah memperoleh penghargaan lansung dari MURI.

 

"Kegiatan sangat bagus dan bangga karena dapat rekor MURI juga," ucap siswi asal Kota Batu tersebut.

 

Sebagai informasi, Oshika diikuti sebanyak 4.527 mahasiswa baru dengan rincian 50 mahasiswa hadir secara luring dan sisanya melalui daring. Tema yang diambil dari Oshika kali ini adalah 'Media Akselerasi Transformasi Menuju Mahasiwa yang Berakhlak Mulia Mandiri, Kreatif, Inovatif, dan Bersaya Saing di Era 4.0'.


Pendidikan Terbaru