• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pendidikan

Satuan Bintal Brawijaya Gali Sejarah Makam ke UIN Malang

Satuan Bintal Brawijaya Gali Sejarah Makam ke UIN Malang
Satuan Bintal Brawijaya menggali sejarah makam ke UIN Malang. (Foto: NOJ/Humas)
Satuan Bintal Brawijaya menggali sejarah makam ke UIN Malang. (Foto: NOJ/Humas)

Malang, NU Online Jatim
Sejarah menjadi saksi kunci pergerakan kiai maupun pejuang dalam membela tanah air nusantara. Hal inilah yang melatarbelakangi dari Satuan Bintal Jarahdam V Brawijaya Malang menggelar kunjungan ke Fakultas Humaniora (FH) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang untuk menggali sejarah makam yang diduga kiai dalam membela kemerdekaan Republik Indonesia.


Dekan FH UIN Malang, Dr M Faisol Fatawi mengatakan, beberapa kiai diduga memiliki keterkaitan silsilah dan jaringan pada nama-nama yang tertulis di makam markas asrama Gupusjat Sidoarjo.


"Ini ada buku  Manaqib Ulama Nusantara yang ditulis oleh mahasiswa kami (Fakultas Humaniora, red). Ada beberapa nama kiai yang memiliki hubungan dengan data yang di cari," katanya di salah satu ruang FH.


Pria yang juga Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta'lif wa Nasr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Jawa Timur ini mengungkapkan sangat senang atas kehadiran rombongan. Tindak lanjut dari pertemuan tersebut ia siap bekerja sama terkait dengan pelacakan data sejarah sejumlah tokoh yang disebut.


Senada dengan itu, Pimpinan Rombongan dari Satuan Bintal Jarahdam V Brawijaya Malang, Mayor Sarto menerangkan, kunjungannya ia lakukan untuk mencari data tentang peran kiai dalam membela bangsa Indonesia dari para penjajah. Pelacakan data ini dilakukan atas perintah atasannya terkait dengan keberadaan komplek makam kiai yang ada di dalam wilayah asrama Gupusjat Sidoarjo.


"Ada empat makam yang sering dikunjungi oleh masyarakat di markas asrama tersebut. Berdasarkan nama yang tertulis dalam batu nisan, semua tertulis kiai," ungkapnya.


Ia mengaku, kedatangannya semakin menemukan jalan terang karena dengan menggandeng akademik melalui FH untuk menuliskan sejarah tentang beberapa tokoh yang dimakamkan di dalam asrama Gupusjat Sidoarjo.


"Kami berterima kasih dan merasa senang dengan informasi yang sangat membantu. Bila mana berkenan, kampus bisa terlibat dalam pelacakan sejarah tokoh ini," paparnya.


Lain halnya salah satu rombongan, Kapten Yudi berharap, sejarah makam yang terdapat di dalam wilayah asrama Gupusjat Sidoarjo bisa segera terjawab. Pasalnya, makam tersebut dijadikan cagar budaya. Oleh sebab itu, dibutuhkan data kuat yang dapat mendukungnya.


"Kita yakin para kiai atau ulama juga ikut berjuang melawan kaum penjajah di negeri ini. Tetapi kita butuh data sejarah akademik perihal nama-nama dalam makam ini untuk landasan akademiknya," pungkasnya.


Pendidikan Terbaru