• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 4 Maret 2024

Pustaka

Mengikat Perbedaan dalam Harmoni dan Persatuan

Mengikat Perbedaan dalam Harmoni dan Persatuan
Sampul buku Kanvas Pemikiran: Satu Tahun Berbagi di Media Nasional. (Foto: NOJ/ ISt)
Sampul buku Kanvas Pemikiran: Satu Tahun Berbagi di Media Nasional. (Foto: NOJ/ ISt)

Buku terbaru Fauzinuddin Faiz berjudul Kanvas Pemikiran: Satu Tahun Berbagi di Media Nasional ini seakan mengajak pembaca ke dalam sebuah perjalanan intelektual yang menggugah akan hal-hal baru. Melalui serangkaian tulisan yang awalnya tersebar di berbagai media nasional, penulis menawarkan analisis yang tajam dan mendalam tentang peran Islam moderat dalam membentuk wajah keberagaman Indonesia. Tidak sekadar buku kumpulan esai, melainkan buah karya ini juga sebuah refleksi yang matang atas dinamika sosial, politik, dan keagamaan di negeri ini.

 

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuan penulis untuk mengintegrasikan pemikiran Islam dengan konteks sosial-politik kontemporer Indonesia. Melalui gaya penulisan yang lugas namun penuh nuansa, penulis membahas topik-topik seperti pendidikan Islam, etika politik, hingga ekonomi berkelanjutan. Hal demikian menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama dapat berdampingan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan pluralisme. Di tengah perdebatan yang sering kali memolarisasi, buku ini menawarkan perspektif yang seimbang dan pemikiran yang progresif.

 

Pembahasan tentang pendidikan Islam dan relevansinya dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia merupakan salah satu bagian yang paling menarik dan menjadi poin penting saat ini. Tak ayal penulis tidak hanya berbicara tentang teori, tapi juga tentang aplikasi praktis nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting sekali, terutama saat Indonesia menghadapi tantangan dalam memelihara keharmonisan di tengah keberagaman agama dan budaya.

 

Kritik konstruktif dan pemikiran inovatif dalam buku ini menunjukkan pentingnya dialog dan toleransi dalam membangun masyarakat yang inklusif dengan mempertahankan nilai-nilai agamis. Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keberagaman etnik, budaya, dan agama, buku ini menjadi semacam kompas yang mengarahkan kita ke arah yang lebih empatik dan penuh harmoni.

 

Sebagai pembaca, saya menilai buku ini sebagai karya yang penting dan tepat waktu, menawarkan wawasan yang berharga bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang Islam moderat dan perannya dalam membentuk masyarakat Indonesia yang plural dan dinamis. Buku ini adalah bacaan wajib bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat umum yang tertarik pada dinamika sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia, terlebih saat ini di tengah hangatnya benturan gagasan dunia politik di Nusantara.

 

Buku ini juga menonjol dalam menggali isu-isu kontemporer yang sering kali diabaikan dalam diskusi publik. Misalnya, penulis mengambil pendekatan unik dalam membahas ekonomi berbasis SDGs (Sustainable Development Goals) dalam konteks Islam, memberikan perspektif baru yang penulis beri nama sebagai Iqzath; teori yang membahas tentang bagaimana agama dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam, dengan pemahamannya yang moderat dan inklusif, bisa menjadi katalis dalam mendorong pembangunan, yang tidak hanya berwawasan ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

 

Buku ini juga memaparkan bagaimana pendidikan Islam dapat diarahkan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. Melalui tulisannya, penulis berhasil menyampaikan pesan penting tentang bagaimana pendidikan dapat menjadi alat untuk mendorong pemikiran kritis, empati, dan toleransi di tengah masyarakat yang heterogen. Pendekatan ini sangat relevan dan penting, terutama dalam konteks saat ini ketika masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan mis-informasi.

 

Di dalam buku ini juga mengangkat pentingnya keberagaman dan dialog antar iman sebagai pilar utama bagi masyarakat Indonesia. Penulis menunjukkan bagaimana perbedaan keberagaman yang ada di Indonesia bukanlah halangan, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan bangsa dengan erat. Dengan membaca buku ini, pembaca akan diajak untuk merenungkan kembali nilai-nilai keindonesiaan yang sesungguhnya, yang berakar pada keberagaman, kesetaraan, dan kebersamaan. Ini adalah pesan yang sangat dibutuhkan di masa kini, di mana masyarakat sering kali terpecah belah oleh berbagai perbedaan.

 

Alhasil, buku ini adalah karya yang luar biasa yang tidak hanya memaparkan ide dan analisis mendalam, tetapi juga menawarkan solusi dan harapan. Buku ini layak dibaca bagi mereka yang ingin memperluas wawasan tentang Islam, keberagaman, dan bagaimana kedua hal tersebut dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis. Sebagai pemerhati sosial keagamaan, saya sangat merekomendasikan buku ini kepada akademisi, praktisi, pelajar, dan masyarakat luas yang ingin terlibat dalam pembentukan masyarakat Indonesia yang lebih inklusif dan beradab.

 

Identitas buku:

Judul: Kanvas Pemikiran: Satu Tahun Berbagi di Media Nasional
Penulis: Muhammad Fauzinuddin Faiz
Penerbit: Bintang Pustaka
Tebal: 258 halaman
ISBN: 978-623-242-154-9
Peresensi: Wildan Miftahussurur, anggota LTN PCNU Jember dan alumnus Ma’had Aly Nurul Qarnain Jember.


Pustaka Terbaru