• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Pustaka

Menyibak Sisi Lain Karya Monumental Alfiyah Ibnu Malik

Menyibak Sisi Lain Karya Monumental Alfiyah Ibnu Malik
Khazanah Andalus bisa menjadi solusi bagi kalangan yang ingin mengetahui kitab Alfiyah ibnu Malik. (Foto: NOJ/Vina)
Khazanah Andalus bisa menjadi solusi bagi kalangan yang ingin mengetahui kitab Alfiyah ibnu Malik. (Foto: NOJ/Vina)

Siapa yang tidak kenal dengan kitab Alfiyah ibnu Malik? Kitab ini sering digunakan sebagai standar acuan arabic grammar di berbagai pesantren dan kampus di penjuru dunia. Kitab fenomenal yang berjumlah 1002 bait yang terdiri dari 80 bab yang dimulai dari bab kalam dan diakhiri dengan bab idhgam. Dan setiap bab diisi oleh beberapa bait. Tidak hanya mengandung unsur pengetahuan nahwu sharaf, juga meliputi sastra.
    

Di Indonesia, Alfiyah ibnu Malik hampir digunakan semua pondok pesantren. Kitab tersebut ditempatkan sebagai rujukan utama perihal pelajaran tentang ilmu nahwu dan sharaf. Alfiyah juga dijadikan sebagai jawaban beragam permasalahan hidup seperti Kiai Kholil Bangkalan yang kerap mendapati pertanyaan seputar fiqih dan kehidupan. Syaikhana menjawabnya dengan nadham Alfiyah ibnu Malik. Para santri milenial pun seringkali meyakini bahwa hafalan nadham Alfiyah bisa mendatangkan keberkahan dalam hidupnya. Semisal, untuk membuat santri putri tertarik kepadanya.


Namun untuk mempelajari Alfiyah ibnu Malik tidak semudah yang dibayangkan. Karena kitab ini berada di tingkatan mushannif (penulis atau pengarang). Atau kategori advance dalam istilah bahasa Inggris yang umumnya diajarkan setelah santri mempelajari kitab-kitab nahwu seperti Jurumiyah dan Imriti.
    

Buku Khazanah Andalus (Menguak Karya Monumental Alfiyah Ibnu Malik) yang ditulis dua ulama NU yakni Gus Wafi Maimoen dan Gus A Bahauddin hadir untuk menyuguhkan arabic grammar yang lengkap dan standar. Lengkap dengan teks Alfiyah plus selingan pesan moral. Bait-baitnya diterjemahkan secara harfiah bukan konklusif apalagi reduktif. 

 

Pada penjelasannya, Khazanah Andalus mengaplikasikan teori-teori dengan berbagai contoh dalam Al-Qur’an dan kutipan dari berbagai literatur populer yang dibatasi pada materi Ibnu ‘Aqil, al-Khudlori, al-Makudi, Ibnu Hamdun, Qadli al-Qudlat dan Mughni al-Labib, tetapi tidak selalu menyebutkan halaman dan sumber. 

 

Begitupun pada transliterasi dalam buku Khazanah Andalus pada pemilihan kata (tulisan Arab) dibuat sesederhana mungkin dan pembacaannya sesuai dengan pelafalan. Seperti menulis at-taukid bukan al-taukid juga kalimah bukan kalimat.

 

Buku yang diawali kata pengantar KH Maimoen Zubair allahu yarham dan biografi singkat pengarang Alfiyah yang ditulis Gus Wafi ini, terlepas dari kekurangan yang ada tidak bisa dipungkiri sangat efektif bagi pemula. Khususnya mereka masih susah memahami pelajaran Alfiyah dan juga sangat membantu pada acara musyawarah membaca kitab di pesantren. Bahkan sangat membantu bagi yang masih kelabakan dengan penjelasan Alfiyah melalui syarah Ibnu ‘Aqil, Khudari dan sejenisnya.

 

Identitas Buku

Judul: Khazanah Andalus Menguak Karya Monumental Afiah Ibnu Malik
Penulis: M. Wafi dan A. Bahauddin
Penerbit: Titian Ilahi Press, Yogyakarta 
Tahun Terbit: 2003
Tebal: 540 Halaman
Peresensi: Vina Yunda Safitri (Kontributor NUO Jatim, Wakil Sekretaris Jaringan Pesantren PC IPPNU Banyuwangi)


Editor:

Pustaka Terbaru