Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Advokat NU di Ponorogo Ini Rela Tinggalkan Pekerjaan untuk Dampingi Umat

Advokat NU di Ponorogo Ini Rela Tinggalkan Pekerjaan untuk Dampingi Umat
Mahrus Rofi'i siap memberikan pendampingan hukum kepada jamaah dan jamiyah NU. (Foto: NOJ/Yoga)
Mahrus Rofi'i siap memberikan pendampingan hukum kepada jamaah dan jamiyah NU. (Foto: NOJ/Yoga)

Ponorogo, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama di Kabupaten Ponorogo memiliki jamaah yang luar biasa banyak. Dengan besarnya Nahdliyin tersebut tentu kerap menghadapi permasalahan hukum. Untuk itu tersedia Lembaga Bantuan Penyuluh dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) guna mendampingi Nahdliyin yang bermasalah dengan hukum pidana, perdata dan lainnya.

 

Dalam rangka pelayanan tersebut adalah Mahrus Rofi'i selaku Ketua LPBHNU bumi Reyog selalu siap dan sigap. Bahkan dirinya rela meninggalkan pekerjaan pribadi untuk berkhidmat melayani umat. Dirinya sudah dua periode menjadi advokat di LPBHNU dan selalu totalitas dan loyal dalam membantu jamaah dan jamiyah.

 

Mahrus mengatakan bahwa yang pasti permasalahan yang dihadapi umat sangatlah beragam. Hal tersebut tentu berdasarkan keberadaan yang bersangkutan maupun problem hukum yang dihadapi.

 

"Cuma di tingkat kita, nanti benar-benar ikhlas dalam melakukan advokasi terhadap masyarakat, khususnya Nahdliyin,” katanya saat dihubungi NU Online Jatim

 

Dirinya menyampaikan bahwa ketika berkesempatan mendampingi sejumlah kasus yang menyangkut warga punya kepuasan dan kenikmatan sendiri dan makna lain.

 

Selama ini, dirinya juga aktif memberikan perlindungan terhadap anak dan perempuan. Meskipun saat menangani beragam kasus tersebut menemui beragam kesulitan.

 

"Kalau kesulitan itu tergantung masalahnya,” ungkap dia.

 

Biasanya kalau perkara perdata, setidaknya harus koordinasi dan memerlukan keluangan waktu warga. Padahal dirinya memiliki pekerjaan di lembaga lain. Karenanya, diperlukan koordinasi dan memastikan waktu sesuai yang disepakati.

 

“Karena itu untuk memastikan kasus terkawal dengan baik, maka diperlukan koordinasi yang tepat pula,” ujarnya. Oleh sebab itu, dirinya terus melakukan komunikasi baik waktu dan kasus yang tengah ditangani, lanjutnya.

 

Ia mencontohkan ada sebuah kasus wakaf yang benar-benar menyita waktu, tenaga dan pikiran. Hal itu terjadi selama hampir satu tahun. Dalam kondisi tersebut justru Mahrus memberikan loyalitasnya kepada NU.

 

"Seperti yang saya alami kemarin ketika mendampingi penanganan wakaf, proses gugatan masjid yang berdiri di tanah wakaf Tonatan, Ponorogo sangat menyita tenaga dan waktu bahkan hampir satu tahun,” kenangnya. Terkait hal tersebut  membuat penanganannya harus totalitas, lanjutnya.

 

Diakuinya, saat menangani kasus seperti ini harus meninggalkan pekerjaan utama. Hal tersebut sebagai upaya agar lebih konsentrasi mengawal kasus hingga tuntas.

 

“Kalau sudah menangani kasus yang berkenan dengan jamaah dan jamiyah, perkara lain saya tinggalkan untuk diberikan kepada teman. Karena bila tidak ditangani serius, efeknya luar biasa bagi umat, khususnya Nadliyin," jelasnya.

 

Dirinya mewakafkan bila ada Nahdliyin yang membutuhkan bantuan maupun pendampingan hukum, konsultasi dan lainnya. Hal itu dapat dengan menghubungi Ansor dan Banser. 

 

"Langsung nanti kita kontak,” tegasnya.

 

Bila sudah ada yang memintanya untuk mendampingi warga NU, maka serta merta akan ditindaklanjuti. Yang diberikan tentu saja pendampingan terkait perkara yang dihadapi.

 

Editor: Syaifullah

Iklan PWNU Jatim