Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lebaran di Gresik Kurang Afdlal Tanpa Ditemani Legen

Lebaran di Gresik Kurang Afdlal Tanpa Ditemani Legen
Penjual legen di Gresik panen karena banyak warga yang memburunya. (Foto: NOJ/M Syafiq)
Penjual legen di Gresik panen karena banyak warga yang memburunya. (Foto: NOJ/M Syafiq)

Gresik, NU Online Jatim

Kabupaten Gresik merupakan daerah dengan julukan kota wali dan kota santri. Di samping itu juga kaya akan kuliner baik makanan dan minuman yang menjadi ikon atau ciri khas kawasan ini.

 

Kalau makanan, ada nasi krawu, karak, otak-otak bandeng dan lainya. Dari camilan ada pudak, jubung dan lainnya. Sedangkan untuk minuman ada legen, wedang pokak, kopi gresikan, dan banyak lagi. 

 

Kekayaan atas kuliner makanan dan minuman ini harus dilestarikan keberadaannya agar tidak punah dan menjadi branding Kabupaten Gresik.

 

Benar, legen sudah demikian tersohor. Minuman ini semakin menjadi favorit saat Idul Fitri, yang dibuktikan dengan banyaknya warga yang memburunya. Apalagi saat ini sedang musim panas dengan cuaca terik, dengan ditambah es batu, maka sensasi legen tidak dapat ditandingi minuman kemasan di pasaran. Kurang afdlal rasanya bila lebaran tidak ditemani air legen.

 

Selain menyegarkan, air legen juga bermanfaat untuk tubuh. Seperti mampu memperbaiki fungsi ginjal, mengatasi impotensi, hingga meredakan sakit punggung. 

 

Legen dengan nama ilmiah Borrassus Flabellifer ini dibuat dari manggarnya (bungah) pohon siwalan yang memiliki sulur. Bungah ini menghasilkan air legen dan disadap getahnya dan ditampung dalam wadah.

 

Legen juga menjadi minuman favorit baik bagi kalangan muda maupun tua. Hal ini nampak ketika sebelum dan sesudah Idul Fitri khususnya di Kecamatan Panceng, jalan menuju ke pantai Pasir Putih Dalegan. Hampir di sepanjang jalan menuju ke destinasi wisata tersebut hampir bisa ditemukan penjual air legen dengan dikemas botol mineral.

 

Jadi Sumber Usaha Warga

Harman, warga Dusun Shoberoh, Desa Dalegan mengatakan, permintaan air legen usai Idul Fitri demikian meningkat. Hal ini juga ditandai dengan pulangnya para pemudik kampung akan kebutuhan air legen untuk dibuat pertemuan menyambut tamu dan acara organisasi atau halal bihalal.

 

"Alhamdulillah ini menjadi tradisi bagi para pemudik dan masyarakat luar daerah untuk memburu air legen sebagai minuman khas pasca Idul Fitri,” katanya kepada NU Online Jatim, Sabtu (15/05/2021).

 

Harman menambahkan, selama ini legen belum pernah dianalisa secara medis. Akan tetapi banyak orang luar daerah yang datang ke kawasannya untuk mencari legen murni. Menurut pengakuannya, warga mendapat rekomendasi dari dokter untuk minum legen secara rutin karena dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

 

"Ini juga bisa memberikan dukungan sehingga kawasan kami menjadi terkenal dengan julukan kampung legen,” terang pria yang juga Kepala Dusun Shoberoh tersebut.

 

Dijelaskannya bahwa momen Idul Fitri juga menjadi media beradu kangen pemudik untuk merasakan kebersamaan dalam sebuah acara. Dan suasana semakin lengkap bila ditemani air legen.

 

“Minuman ini juga sebagai bentuk persaudaraan sekaligus kekompakan dan persatuan,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

F1 Bank Jatim  Syariah 17/9