Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Persiapan Capai 80 Persen, Ini Agenda Akbar Ansor Ponorogo Peringati HSN 2020

Persiapan Capai 80 Persen, Ini Agenda Akbar Ansor Ponorogo Peringati HSN 2020
PC GP Ansor Ponorogo for NOJ.
PC GP Ansor Ponorogo for NOJ.

Ponorogo, NU Online Jatim

 

Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Ponorogo akan digelar  pada tanggal 13 hingga 22 Oktober 2020. Kali ini, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ponorogo akan mengadakan kirab 100 Ribu Pager Bumi KH Hasyim Asy'ari sebagai bagian dari rangkaian HSN tersebut.

 

Kegiatan ini akan digelar secara estafet di 21 Kecamatan di wilayah Bumi Reyog. Kirab ini bertujuan untuk menyambungkan sanad perjuangan kepada para muassis Nahdlatul Ulama. Baik perjuangan penyebaran islam maupun kemerdekaan bangsa.

 

Adapun persiapan acara akbar para santri Mbah Hasyim di Ponorogo ini sudah mencapai 80 persen. Bahkan disambut antusias yang tinggi peserta yang tetap akan menerapkan protokol kesehatan.

 

Ketua PC GP Ansor Ponorogo, Syamsul Ma'arif mengatakan, kegiatan rangkaian HSN yang akan digelar selama 9 hari ini dimaknai dengan mendalam akan pentingnya mengingat perjuangan pendahulu. Dalam kegiatan ini pataka dan pusaka Tegalsari akan dibawa.

 

"Pertama adalah upaya menyambungkan sanad dari apa-apa yang telah kita lakukan sebagai sebuah organisasi kader, yang secara sanad harus sambung dengan para pejuang-pejuang pendahulu kita, para muasis NU dan juga para orang-orang yang babat di Ponorogo. Baik babat sebagai pejuang agama islam, maupun perjuangan kemerdekaan dan lain-lain," katanya kepada NU online, Jumat (09/10/2020).

 

Pria yang akrab disapa Syamsul ini mengungkapkan, perlu semacam simbolisasi secara kasat mata. Akan tetapi menyambung sanad itu  dilakukan dengan cara menziarahi seluruh tokoh-tokoh yang telah berjuang terlebih dahulu sebagai pondasi GP Ansor dalam ikut berkhidmat kepada NU dan Bangsa. Itu sebagai perwujudan dari mandat yang diterima sebagai benteng ulama dan kader Bangsa. "Jadi urusan yang pertama adalah diniati menyambungkan sanad," ungkapnya.

 

 

Yang kedua, kegiatan ini bertujuan bertafa'ul maraton dan harus sambung menyambung. Hal itu untuk mengingatkan pentingnya integrasi pergerakan. "Selama inikan dalam perjuangannya juga sambung menyambung berjejaring. Beliau-Beliau tidak berjuang sendiri-sendiri. Berjuang dengan rapi dan terpimpin secara terstruktur," jelas Syamsul.

 

Ia juga menyampaikan untuk persiapan acara sudah mencapai 80 persen. Mulai perizininan dari pemerintah Kabupaten Ponorogo dan ditingkat Pimpinanan Anak Cabang (PAC)  lokasi acara sudah berjalan.

 

"Kita juga undang forum pimpinan komunikasi Kecamatan. Seperti Camat, Kapolsek, Danramil, pimpinan KUA, pemerintah desa serta, jaringan Madin dan RMI. Kemudian, untuk ziarahnya nanti terbatas dan tidak melibatkan banyak peserta. Untuk penginapan peserta kirab nantinya di Pondok Pesantren atau kantor NU setempat," jelasnya.

 

Sementara itu dalam pelaksanaan istighosah nantinya akan digunakan wirid aji-aji limo yang biasa digunakan KH Hasyim Asy'ari. Yakni Liqhomsatun ila akhirihi yang intinya bertawasul kepada Baginda Agung Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, dan putra kesayangan Sayyidina Ali, Hasan dan Husein.

 

"Mengapa lima itu, karena sanadnya kedua beliau itu (Hasan dan Husein) kemudian naiknya ke Sayyidah Fatimah, Sayyidina Ali hingga ke baginda Rosul," papar Syamsul.

 

Ia memastikan meski hari santri merupakan moment besar namun pembatasan peserta kirab, ziarah dan istighosah tetap dilakukan. Harus disesuaikan dengan standart protokol kesehatan. "Standard protokol kesehatan menjadi hal utama," tegasnya.

 

Editor : Romza

PWNU Jatim