Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Unisma Kembali Gelar Majelis Shalawat Diba' Secara Rutin

Unisma Kembali Gelar Majelis Shalawat Diba' Secara Rutin
Acara majelis shalawat diba' di Unisma. (Foto: NOJ/humas)
Acara majelis shalawat diba' di Unisma. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Shalawat Diba’ kembali menggema di Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu (20/02/2021) lalu. Shalawat Nabi ini kembali disenandungkan karena kerinduan civitas akademika Unisma kepada Rasulullah tak terbendung lagi. Karena pandemi yang melanda selama satu tahun terakhir menyebabkan kegiatan pembacaan shalawat menjadi terhenti. Termasuk majelis dzikir dan majelis maulid.

 

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri mengungkapkan rasa rindunya membacakan Shalawat Diba’ bersama-sama dalam satu majelis yang sifatnya rutin.

 

“Betapa rindunya kita kepada Rasulullah. Sudah lama kita tidak melaksanakan kegiatan majelis maulid, diba’ dan dzikir,” katanya.

 

Karena rasa rindu itulah, maka Unisma dalam kesempatan tersebut sekalian meluncurkan pembacaan Shalawat Diba’. Setelah diresmikan, majelis maulid diba’ akan dilaksanakan secara rutin di Unisma, tempatnya di Masjid Ainul Yaqin, waktunya setiap hari Sabtu di minggu ketiga setiap bulannya.

 

“Karena salawat nabi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Unisma,” ujar Prof Maskuri.

 

Lebih lanjut Rektor Unisma ini menegaskan, bahwa terdapat hikmah yang besar di dalam majelis shalawat. Ia pun mengutip salah satu hadits Rasulullah, yang berkaitan dengan keutamaan majelis dzikir. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.

 

“Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang. Para sahabat nabi bertanya, apakah taman-taman surga itu ya Rasul? Rasulullah menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) zikir”.

 

Prof Maskuri menerangkan, ada banyak hikmah dalam menghadiri majelis dzikir. Diantaranya hadirnya malaikat pembawa rahmat Allah. Sehingga memberikan ketenangan dan mendapat keberkahan.

 

“Para malaikat akan membentangkan sayapnya, seraya mendoakan dan memohonkan ampun kepada Allah,” terangnya.

 

Peluncuran pembacaan salawat diba’ disimbolkan dengan penyerahan buku atau kitab diba’ oleh rektor kepada tiga orang. Pertama kepada perwakilan jamaah masjid Ainul Yaqin Unisma, perwakilan Takmir Masjid Ainul Yaqin, dan perwakilan dari yayasan Unisma. 

 

Setelah peluncuran program ini, Prof Maskuri juga berharap kegiatan kajian majelis ilmu juga mulai dilaksanakan rutin. Yakni berupa kultum yang dilaksanakan setelah selesai salat jamaah dzuhur. Dalam keterangannya saat meluncurkan Madrasah Diniyah di Masjid Ainul Yaqin beberapa waktu sebelumnya, Prof Maskuri juga menyampaikan perihal ini. Kultum dapat dilaksanakan dengan terjadwal. Setiap hari dosen secara bergantian memberikan materi kajian. Materi sesuai bidang keilmuannya. Kemudian materi itu diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman.

 

Dengan demikian, kata dia, keberadaan Masjid Ainul Yaqin betul-betul menjadi pusat ibadah dan peradaban. Terlebih masjid ini berada di lingkungan civitas akademika. Maka sebisa mungkin menjadi pusat pengembangan ilmu.

 

“Artinya masjid tidak hanya menjadi sarana ibadah, tapi juga menjadi pusat pembelajaran. Dengan adanya kajian-kajian ilmu serta majelis dzikir. Masjid Ainul Yaqin ini harus kita koneksikan dengan kegiatan kampus,” tuturnya.

 

Acara peluncuran dilanjutkan dengan pembacaan salawat diba’. Diikuti rektor, para wakil rektor, pengurus yayasan, puluhan dosen Unisma dan jamaah Masjid Ainul Yaqin. Pembacaan salawat berlangsung khusyuk dan khidmat. Beberapa terlihat menangis karena haru dan rasa rindu yang mendalam kepada Kanjeng Nabi Muhammad. Acara ini digelar dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

PWNU Jatim