• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Rehat

Cerita Penjual Cendol Dapat “Berkah” Acara NU di Sumenep

Cerita Penjual Cendol Dapat “Berkah” Acara NU di Sumenep
Marsiyani dengan cendol jualannya di arena acara LPNU Gapura, Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Marsiyani dengan cendol jualannya di arena acara LPNU Gapura, Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Gapura, Sumenep mengemas acara ramah tamah dengan menghadirkan Masriyani, penjual cendol ke agenda peluncuran Aplikasi Niagari dan Rumah Niaga, Kamis (28/10). Hal ini untuk menyuguhkan cendol yang dijual Masriyani kepada seluruh undangan. Acara ini berlangsung di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.

 

Sekretaris LPNU Gapura, Moh Lutfi mengatakan, pihaknya sengaja memborong dagangan Masriyani agar pengurus tahu bahwa Masriyani memiliki keahlian dan mempertahankan minuman khas tradisional dengan cara kuno.

 

Perempuan asal dari Dusun Tobato, Desa Gapura Tengah itu setiap pagi sampai sore menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah. Dengan berjalan kaki melawan terik matahari, ia tak putus asa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama keluarga walaupun sampai ke desa-desa tetangga, seperti Gapura Timur, Longos, dan Banuaju Barat.

 

“Pendapatannya setiap hari berkisar Rp. 200.000,” kata Lutfi.

 

Dijelaskan pula, harga per-mangkok Rp. 1.000. Namun panitia memborong semua dengan harga Rp. 2.000 per-porsi.

 

“Alhamdulillah, tadi ada 150 mangkok yang disajikan pada undangan. Kami pun membayarnya sebagaimana akad, yakni Rp. 300.000,” imbuhnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin Gapura itu menegaskan, walaupun belasan tahun berjualan cendol, tapi Marsiyani bisa mempertahankan cita rasanya.

 

“Kami pun memberikan peluang kepada beliau (Marsiyani) agar dagangannya bisa dijual secara online pakai aplikasi Niagari. Tujuannya agar produksi cendolnya bisa meningkat dengan adanya sistem jual beli online,” ujarnya.

 

Pada saat itu, Masriyani merasa senang atas peluang tersebut. Dirinya merasa lega, sebab aplikasi ini bisa meringankan bebannya.

 

“Jika dipesan lewat Niagari, kami tinggal mengirimkannya dan tak usah lagi berjalan kaki. Terima kasih NU, aplikasi ini berarti sangat membantu kami,” ucapnya.


Editor:

Rehat Terbaru