• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 29 Januari 2022

Rehat

Cerita Santri Mbeling yang Jadi Kiai Terkenal

Cerita Santri Mbeling yang Jadi Kiai Terkenal
Ilustrasi santri mbeling bisa menjadi kiai terkenal.
Ilustrasi santri mbeling bisa menjadi kiai terkenal.

Tidak semua kiai yang demikian berpengaruh saat ini melalui proses mulus. Ada juga yang saat mondok ternyata mbeling alias nakal. Tapi siapa sangka dari mbeling tersebut berujung menjadi kiai terkenal dan dihormati.

 

Kisah santri mbeling menjadi kiai berpengaruh tersebut disampaikan KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya dalam sebuah acara haul masyayikh dan haflah kubra di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Ahad (28/7 2019) silam.


Bahwa di dunia ini ada banyak jenis waliyulah. Salah satunya, wali dalam bidang pendidikan. Selama ini wali itu dianggap seorang yang sakti dan bisa mengobati, padahal tidak semua demikian.

 

Salah satu wali tersebut adalah KH Abdul Fattah Hasyim dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Kiai Fattah merupakan menantu dari KH Bisri Syansuri.

 

Kiai Fattah memiliki santri yang nakalnya sangat luar biasa atau kelas dewa. Oleh pihak pondok sudah berkali-kali disanksi. Mulai disuruh ngaji, digundul, dijewer, dan jenis hukuman lainnya.

 

Pada suatu hari, santri tersebut nekat naik ke atas genting di tengah malam dan mengintip santri putri tidur. Saat sedang asyik melakukan aksinya, beberapa pengurus yang curiga ada penampakan di atap asrama lalu mendekati santri tersebut.

 

Santri ini nakalnya sudah parah, bahkan kala itu KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur allahumma yarham yang juga santri usul ke Mbah Fattah agar yang bersangkutan dikembalikan ke keluarganya. Namun Mbah Fattah menolak. Alasannya, orang tua santri itu menitipkan agar diperbaiki akhlaknya. Masak akhlaknya belum betul sudah dikembalikan.


Siapa sangka, lewat keberkahan kewalian Mbah Fattah, santri yang nakalnya cukup luar biasa tersebut di kemudian hari menikah dengan anak seorang kiai dan diminta mengurusi sebuah lembaga pendidikan cukup besar di Jawa Tengah. Ia sendiri saja kaget dengan nasibnya di kemudian hari.

 

Gus Yahya tidak berani menyebut nama kiai dimaksud. Tapi saat Gus Dur masih hidup, sering main ke sana dan meledek kiai tersebut. 


Editor:

Rehat Terbaru