• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Rehat

Jadilah Istri Mandiri, Berikut Kelebihannya menurut Ning Abel

Jadilah Istri Mandiri, Berikut Kelebihannya menurut Ning Abel
Nurul Hidayati atau Ning Abel, pendiri Nikah Institute. (Foto: NOJ/Nikahinstitute.com)
Nurul Hidayati atau Ning Abel, pendiri Nikah Institute. (Foto: NOJ/Nikahinstitute.com)

Di buku karya terbarunya yakni Pahami Sebelum Sesali, Nurul Hidayati menuliskan bahwa pribadi dewasa itu berbeda dengan usia dewasa. Prinsipnya, usia adalah hanya soal angka, sedangkan pribadi dewasa adalah masalah karakter bijaksana dan mandiri.


Nah, membicarakan soal kemandirian, dirinya mendengar langsung pesan dari Nyai Maria Ulfa, Pengasuh Pesantren Alhidayat, Lasem yang juga putri Ny Hj Azizah Ma’Shoem.


“Menjadi pribadi yang mandiri saja tidak mudah, apalagi menjadi pribadi (perempuan) mandiri yang shalihah,” katanya menirukan pesan Nyai Maria Ulfa sebagaimana diunggah di Instagramnya.


Disampaikan Ning Abel, sapaan Nurul Hidayati bahwa pesan tersebut bukan sekadar lisan belaka, melainkan dibarengi dengan praktik riil dalam kehidupan yang punya multiperan menjadi ibu, pengasuh pesantren, dosen, pebisnis bidang tour travel dan lainnya. 


“Masyaallah, betapa aku yang lebih muda tapi sering sambat, sedangkan beliau masih punya sederet impian yang sedang diikhtiarkan dengan semangat,” ungkapnya.


Berikutnya disampaikan pesan dari ibu nyai tersebut. Bahwa perempuan mandiri mau minta apa-apa ke suami pasti tidak enak karena mampu membeli dengan uang sendiri. Tapi, nanti kalau tidak minta sama sekali, suami jadi tersinggung. Pada kondisi ini butuh harmonisasi antara mandiri dan ego. 


Tapi meski demikian, sederet manfaat perempuan mandiri tentu lebih banyak, karena bisa beribadah dengan nyaman menggunakan uang sendiri tanpa merepotkan dan memberatkan suami. Sehingga dalam pandangannya, penting juga menjadi perempuan mandiri dan realistis. Hal tersebut demi kebahagiaan diri, dan setelah bahagia ya tentu bisa berbagi untuk umat. 


“Syukur-syukur bisa jadi wasilah orang lain untuk dapat penghasilan (membuka lapangan pekerjaan),” jelasnya.


Pendiri Nikah Institute tersebut menyampaikan pesan lain yang disampaikan Nyai Mari Ulfa.


“Mandiri yang shalihah itu bisa membuat kita melayani suami dengan manis, namun tetap sangat dihormati olehnya,” pungkas dia. 
 


Rehat Terbaru