• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Rehat

Kisah Abu Bakr asy-Syibli, Dosanya Diampuni karena Selamatkan Kucing

Kisah Abu Bakr asy-Syibli, Dosanya Diampuni karena Selamatkan Kucing
Dosa Abu Bakr asy-Syibli diampuni Allah SWT karena menyelamatkan kucing. (Foto: NOJ/BLi)
Dosa Abu Bakr asy-Syibli diampuni Allah SWT karena menyelamatkan kucing. (Foto: NOJ/BLi)

Setiap tanggal 8 Agustus diperingati sebagai hari kucing sedunia atau international cat day. Dan ada kisah yang layak dijadikan renungan pada hari kucing sedunia ini. Bahwa ampunan Allah SWT ternyata bisa diraih dari kebaikan yang dianggap sepele dan mungkin tidak pernah diperhitungkan. 


Hal tersebut berkaitan dengan kisah Syekh Abu Bakr asy-Syibli yang telah wafat ratusan tahun silam. Tapi nasihat santri Imam Junaid al-Baghdadi ini seakan terus mengalir kepada generasi-generasi sesudahnya. Salah satunya lewat kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani. 


Dalam sebuah mimpi seseorang, Imam asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah: 


"Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?"


"Amal shalihku." 


"Bukan." 


"Ketulusanku dalam beribadah." 


"Bukan." 


"Hajiku, puasaku, shalatku." 


"Juga bukan." 


"Perjalananku kepada orang-orang shalih dan untuk menimba ilmu." 


"Bukan." 


"Ya Ilahi, lantas apa?" tanya Imam asy-Syibli. 


Allah kemudian menjawabnya dengan mengacu pada kisah pertemuan Imam asy-Syibli dengan seekor kucing di jalanan kota Baghdad. Kucing kecil itu loyo oleh ganasnya hawa dingin, menyudut ke suatu tempat, berharap kondisi bisa membaik. 


Imam asy-Syibli yang tergerak hatinya lantas memungut binatang malang itu, kemudian menghangatkannya di dalam jubah yang ia kenakan. 


“Lantaran kasih sayangmu kepada kucing itulah, Aku memberikan rahmat kepadamu.” 


Cerita hidup para sufi kerap menyibak hal-hal istimewa dari perkara-perkara yang tampak remeh. Sepele di mata manusia tak selalu rendah menurut Tuhan. 


Kisah di atas seolah mengajari kita tentang pentingnya sikap tawaduk atas segenap kesalihan ibadah betapa pun hebatnya; juga keutamaan melembutkan hati dan mengulurkan bantuan, termasuk kepada binatang, apalagi manusia. 

 

Artikel diambil dariKucing Malang Pendatang Rahmat Allah

 

Karenanya, jangan pernah meremehkan kebaikan. Apa saja yang bisa dilakukan, hendaknya tidak ditunda dan tanpa memilih kepada siapa kebaikan itu akan dilakukan. Kita tidak pernah tahu, kebaikan mana yang akan menjadikan sebagai pintu masuk mendapat ridla dan ampunan Allah SWT. Wallahu a'lam.


Editor:

Rehat Terbaru