• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Tapal Kuda

Wakil Rais NU Lumajang Ulas Bahaya dan Cara Menghindari Dosa Ghibah

Wakil Rais NU Lumajang Ulas Bahaya dan Cara Menghindari Dosa Ghibah
KH Mukhtar MZ , Wakil Rais PCNU Kabupaten Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
KH Mukhtar MZ , Wakil Rais PCNU Kabupaten Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, KH Mukhtar MZ menjelaskan, bahwa bahaya dan dosa berbuat ghibah atau menggunjing sangat banyak. Untuk melepas dosa ghibah tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.


Hal itu disampaikan KH Mukhtar MZ saat menjadi narasumber Program Spesial Ramadhan "Kurma" atau Kajian Keutamaan Ramadhan. Kegiatan tersebut dipusatkan di studio Media Center An-Nahdloh (MCN) NU Lumajang. Kamis (15/04/2022).


Kiai Mukhtar menuturkan, selain merusak persatuan, ghibah termasuk salah satu perbuatan yang merusak pahala puasa. Sehingga puasanya hanya merasakan haus dan lapar tanpa memperoleh pahala. Bahkan, secara khusus Allah SWT menjelaskan larangan ghibah ini pada Surat Al-Hujurat ayat 12.


"Sebagai orang-orang yang beriman kita harus menjauhi betul sifat buruk sangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa,” ujarnya.


Pengasuh Pondok Pesantren Ulil Albab Meleman Yosowilangun Lumajang ini menambahkan, bahwa umat Muslim dilarang tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain, serta berbuat ghibah atau menggunjing saudara Muslim lainnya.


“Karena jika itu dilakukan sama halnya kita memakan bangkai daging saudara sesama Muslim, padahal harusnya kita merasa jijik dengan itu," jelas Kiai Mukhtar.


Kiai Mukhtar mengatakan, ghibah adalah menggunjingnya seseorang atas keburukan atau aib seorang Muslim saat ia tidak sedang bersamanya, baik melalui lisan, perbuatan, tulisan ataupun isyarat yang apabila dia mendengar hal itu pasti tidak menyukainya.


"Sahabat pernah menanyakan perihal ini kepada Rasulullah, yaitu mengenai apa yang digunjingkan jika memang benar-benar ada pada diri seorang yang digunjing. Rasulullah menjawab memang demikianlah ghibah, jika apa yang digunjingkan tidak ada pada diri seorang yang digunjingkan, maka itu malah menjadi kebohongan dan fitnah," jelasnya.


Dirinya mengatakan, bahwa dosa akibat perbuatan ghibah ini termasuk dosa yang sangat berbahaya bagi seseorang. Karena hal ini dianggap sebagai hak adami yang ditanggung penggunjing yang menyebabkan kebangkrutan di akhirat jika tidak diselesaikan di dunia.


"Mayoritas ulama berpendapat, barang siapa ingin lepas dan diampuni dosa-dosa ghibahnya tidak cukup dengan bertaubat kepada Allah, tapi dirinya harus meminta maaf dan menjelaskan kesalahannya kepada orang yang dia gunjingkan," tegasnya.


Menurutnya, hal tersebut tentu sangatlah berat. Namun, umat Islam patut berbahagai karena ada pendapat dari sebagian ulama yang mengatakan cara lepas dari dosa ghibah tidak disyaratkan menjelaskan kesalahannya kepada orang yang digunjingkan. Tapi cukup bertaubat dan meminta maaf tanpa harus menyebutkan kesalahannya.


"Karena jika menyebutkan kesalahannya bisa saja membuat suasana semakin runyam. Namun, para ulama menambahkan, penggunjing harus memuji orang yang dia pernah gunjingkan di tempat yang sama sebagai ganti pergunjingannya," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru