• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Rehat

Peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Gaya Hidup ala Rasulullah

Peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Gaya Hidup ala Rasulullah
Sejumlah santri melakukan pembersihan sungai dari aneka sampah. (Foto: NOJ/Dtk)
Sejumlah santri melakukan pembersihan sungai dari aneka sampah. (Foto: NOJ/Dtk)

Perlu diketahui bahwa hari ini, Sabtu (12/11/2022) diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional disingkat HKN. Dan sebagai umat Islam terutama warga Nahdlatul Ulama (Nahdiliyin), hendaknya momentum ini dapat dijadikan sarana untuk meneladani gaya hidup Rasulullah SAW.


Dan sebagai catatan, kalau dilihat dari sejumlah dokumen bahwa HKN berawal dari upaya pemberantasan penyakit malaria di Indonesia. Hal ini mengacu pada kejadian keberhasilan pemberantasan malaria pada tahun 1964.


Sebelumnya, pada tahun 50-an, penyakit malaria mewabah di Indonesia. Penyakit ini menjangkit hampir semua masyarakat di seluruh negeri. Ada ratusan ribu orang yang meninggal akibat wabah ini. Karena banyaknya memakan korban, pemerintah kemudian segera melakukan beragam upaya untuk membasmi malaria.


Melansir dari laman Politeknik Negeri Jember, upaya pembasmian penyakit malaria dimulai pada tahun 1959 dengan dibentuknya dinas pembasmian malaria oleh pemerintah. Kemudian pada tahun 1963, nama dinas ini diganti menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria yang disingkat menjadi Kopem.


Hidup Sehat ala Rasulullah
Selama hidupnya, Rasulullah hanya dua kali sakit. Pertama, saat diracun Zainab binti Al-Harits. Kedua, menjelang wafatnya. Selain itu, Rasulullah selalu sehat dan bugar. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang yang  menjaga dan memperhatikan kesehatan diri dengan baik.  Lantas bagaimana cara Rasulullah memelihara kesehatannya? Meski perkembangan ilmu medis pada zaman Rasulullah tidak secanggih saat ini, namun Nabi tahu betul bagaimana menjaga kesehatan diri agar terhindar dari segala macam penyakit. 


Merujuk buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam (Husain Heriyanto, 2011), setidaknya ada dua hal yang dilakukan Rasulullah untuk menjaga kesehatan diri. Pertama, menjaga kebersihan diri. Rasulullah kerap kali menyerukan kepada umatnya, terlihat dari beberapa hadits yang diriwayatkan, untuk menjaga kebersihan diri dan sanitasi publik.  


Rasulullah sadar bahwa pangkal dari kesehatan adalah kebersihan. Beliau selalu membiasakan hidup bersih. Mulai dari mencuci tangan sebelum dan setelah makan, bercebok usai buang air besar dan air kecil, memotong kuku tangan dan kaki, serta mandi. 


Rasulullah juga memberikan perhatian lebih kepada kebersihan gigi. Mengapa? Karena kesehatan gigi dan gusi sangat krusial terhadap pemeliharaan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karenanya, misalnya, beliau menganjurkan umatnya untuk bersiwak. 


Kedua, mengonsumsi makanan sehat, bersih, dan bergizi. Rasulullah mengetahui kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung di dalam suatu makanan. Maka tidak heran jika beliau menganjurkan umatnya untuk makan makanan tertentu dan melarang mengonsumsi sebagian yang lainnya. Misal, Rasulullah menilai kalau cuka adalah bumbu terbaik. Ia selalu mengonsumsinya bersama makanan dan sayuran.  


Untuk mendapatkan nutrisi, Rasulullah tidak hanya memakan satu makanan tertentu, misal buah-buahan seperti kurma, melon, labu, ara, dan lainnya, tapi juga jenis makanan lainnya seperti susu murni, madu, minyak zaitun, daging segar, telur, sayuran segar, dan lain sebagainya.


Namun madu adalah obat favorit Rasulullah. Dalam buku Revolusi Hidup Sehat ala Rasulullah (Mohammad Takdir Ilahi, 2018), Rasulullah mengonsumsi segelas air putih dicampur dengan madu ketika sarapan. Madu memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah ‘membantu’ alat pencernaan dalam tubuh agar berfungsi maksimal ketika mengolah makanan. 


Tidak hanya makan makanan bergizi, Rasulullah juga mengajarkan cara atau adab makan agar hidup selalu sehat. Seperti makan dengan menggunakan tangan kanan, mengambil makanan yang lebih dekat, tidak meniup makanan panas, dan lain sebagainya.  Tidak hanya menjaga kesehatan dan memakan makanan bergizi, Rasulullah juga gemar berolah raga untuk menjaga kesehatan diri. Berjalan kaki dan berlari merupakan jenis olah raga yang sering dilakukan Rasulullah.

  

Karenanya, Rasulullah adalah sosok rujukan yang dapat diteladani segala tindak tanduknya. Apa yang dilakukan dari mulai perkataan, perbuatan dan sejenisnya masih sangat relevan untuk dilakukan umatnya hingga kini. Nah, selamat memperingati Hari Kesehatan Nasional dan teruslah menjadikan Rasulullah sebagai rujukan dalam kehidupan.   


Editor:

Rehat Terbaru