• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

Diluncurkan, STIT MMI Lumajang Diharap Respons Perkembangan Zaman

Diluncurkan, STIT MMI Lumajang Diharap Respons Perkembangan Zaman
Prof Suyitno, Direktur Diktis Dirjen Pendis Kemenag saat sambutan dalam peresmian STIT Miftahul Midad, Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Prof Suyitno, Direktur Diktis Dirjen Pendis Kemenag saat sambutan dalam peresmian STIT Miftahul Midad, Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Miftahul Midad (MMI) Lumajang diluncurkkan pada Jumat (05/11). Peluncuran perguruan tinggi di bawah Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Midad ini dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Miftahul Midad Sumberejo, Sukodono, Lumajang.

 

Hadir dalam agenda ini di antaranya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno, Wakil Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah VI Saiful Bahar, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq, beserta pejabat lainnya.

 

Dalam pengarahannya, Suyitno menyampaikan, dengan makin pesatnya teknologi, diharapkan STIT MMI dapat memiliki kurikulum yang dibutuhkan dan merespon terhadap perkembangan zaman. Sehingga dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat, khususnya di Lumajang.

 

"Hari ini saja kita sudah ketinggalan, apalagi mulai dari kemarin-kemarin. Hari ini kita bicara untuk besok, yang diajarkan hari ini untuk kepentingan 5 tahun ke depan. Itu pentingnya responsif terhadap perkembangan teknologi informasi dan piranti lainnya," ungkapnya.

 

Menurutnya, adanya perguruan tinggi Islam di lingkungan pesantren menjadi nilai lebih. Karena santri dan alumninya akan semakin bernilai lebih dan berkompeten dalam kehidupan bermasyarakat.

 

"Bahkan, kami mewajibkan hal itu harus ada di perguruan tinggi Islam. Kalau tidak punya pesantren silahkan kerja sama dengan pesantren terdekat. Jika tetap tidak ada, maka pembelajaran kampus jadikan seperti di pesantren. Dengan demikian, kami tidak ragu memberi izin operasionalnya," imbuhnya.

 

Sementara Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq yang mewakili Yayasan Miftahul Midad mengaku bangga pihaknya telah menjadi bagian perkembangan keilmuan di daerah yang ia pimpin.

 

"Selamat atas hadirnya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, atas nama yayasan sekaligus Bupati, saya merasa bangga menjadi bagian dari peningkatan SDM di Kabupaten Lumajang," pungkasnya.

 

Diketahui, STIT MMI merupakan kampus milik pesantren yang diasuh KH As'adul Umam Anas. Sementara ini hanya membuka dua program studi, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Tadris Bahasa Inggris.


Tapal Kuda Terbaru