• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Mei 2024

Tapal Kuda

Festival Ketupat Jumbo Meriahkan Kupatan di MWCNU Krejengan Probolinggo

Festival Ketupat Jumbo Meriahkan Kupatan di MWCNU Krejengan Probolinggo
Festival Ketupat Jombo dan Halal Bihalal oleh MWCNU Krejengan, Probolinggo, Selasa (16/04/2024). (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)
Festival Ketupat Jombo dan Halal Bihalal oleh MWCNU Krejengan, Probolinggo, Selasa (16/04/2024). (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim

Di sebagian daerah di Indonesia, khususnya pulau Jawa, lebaran hari ketujuh identik dengan lebaran ketupat. Lebaran ini merupakan perayaan bagi sebagian umat Islam yang melaksanakan puasa Syawal 6 hari setelah hari raya Idul Fitri.

 

Pada momentum lebaran ketupat ini, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krejengan menggelar Festival Ketupat Jumbo (FKJ). Kegiatan ini dipusatkan di Kantor MWCNU Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (16/04/2024).

 

"Kegiatan semacam ini kemasannya halal bihalal dan FKJ, namun substansinya adalah silaturahim," ujar Rais MWCNU Krejengan, KH Muhammad, saat menyampaikan taujihat di hadapan pengurus MWCNU dan Banom NU Krejengan.

 

Ia juga berpesan agar dalam berorganisasi harus memperbanyak silaturahim dan konsolidasi, sebab silaturahim bisa melancarkan rejeki dan memanjangkan umur. Di samping itu, konsolidasi merupakan jalan agar program organisasi berjalan sesuai yang diinginkan.

 

"Konsolidasi jamiyah itu penting, agar organisai NU ini bisa berjalan sesuai harapan," ungkap Kiai Muhammad.

 

Hal senada juga disampaikan Ketua MWCNU Krejengan, KH Basit Badzali. Disebutkan, bahwa terselenggaranya FKJ ini selain menjadi ajang halal bihalal antar pengurus NU di Kecamatan Krejengan, juga sebagai ikhtiar untuk merawat tradisi yang ada.

 

"Tujuan Festival Ketupat Jumbo ini tidak lain merawat tradisi kupatan yang telah menjadi budaya di Indonesia, khususnya Pulau Jawa," ungkapnya.

 

Diketahui, agenda Halal Bihalal dan Festival Ketupat Jumbo ini juga diikuti seluruh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se Kecamatan Krejengan.

 

Dalam agenda ini, masing-masing peserta membawa ketupat berukuran jumbo untuk dilombakan dan dinilai oleh dewan juri. Beberapa ketupat jumbo yang dilombakan bahkan berukuran melebihi kepala orang dewasa.

 

Panitia menyiapkan tiga pemenang dalam Festival Ketupat Jumbo ini. Masing-masing pemenang mendapatkan tropi penghargaan. Pasca acara, ketupat tersebut dimakan bersama-sama dan dijadkan menu ramah tamah peserta dan pengurus yang hadir.


Tapal Kuda Terbaru