• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 13 Agustus 2022

Tapal Kuda

H M Quraish Shihab Jelaskan Letak Kenikmatan Kematian

H M Quraish Shihab Jelaskan Letak Kenikmatan Kematian
HM Quraish Shihab. Foto: Istimewa
HM Quraish Shihab. Foto: Istimewa

Pasuruan, NU Online Jatim

HM Quraish Shihab menjelaskan tentang kematian yang selama ini ditakuti oleh banyak orang, namun menyimpan sebuah kenikmatan besar.


"Kematian itu nikmat, tanpa kematian, kita tidak bisa kembali mendekat kepada Tuhan. Saya pernah menulis buku dengan pembahasan serupa, bahwa kematian adalah jalan satu-satunya meraih surga, dan tidak sempurna wujud kemanusiaan kita kecuali setelah mati," katanya pada unggahan Youtube Najwa Shihab, Jumat (17/06/2022).


Lebih lanjut, ia memberi analogi tentang ayam yang dapat sempurna menjadi wujudnya ketika menetas dan meninggalkan cangkang telurnya.


"Dan kita di dunia ini bagaikan dalam sebutir telur, bumi yang bulat seperti bulatnya telur, tidak bisa mencapai kesempurnaan kita kecuali dengan meninggalkan tempat kita di dunia," jelasnya.


Menanggapi banyaknya gambaran tentang sakaratul maut yang menakutkan, cendekiawan yang biasa disapa Prof Quraish tersebut mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab kematian juga bisa dikatakan menggembirakan bagi banyak orang.


"Semua orang mengalami sakaratul maut, tetapi ada suasana yang bisa meringankannya atau memberatkannya. Selayaknya semua orang kalau diiris tangannya akan merasa sakit, kalau dibius tidak akan terasa, begitu pun kalau irisan tersebut ditumpahi air jeruk, maka akan terasa lebih perih," terangnya.


Menurutnya, yang berfungsi sebagai bius tersebut adalah amal baik. Sebab, selama aneka amal baik dilakukan, maka sewaktu ruh dicabut tidak akan terasa sakitnya. Karena pada orang-orang seperti ini ditunjukkan tempat kembalinya, yaitu surga.


"Jadi memang berat, tetapi ada faktor yang meringankan dan menyenangkan," tegasnya.


Begitu pula sebaliknya, Prof Quraish menyampaikan, kondisi orang-orang yang berat menghadapi kematiannya disebabkan oleh dilihatnya malaikat dengan gambaran wajahnya, dan merasakan sakitnya dicabut.


Selanjutnya, ia turut menjelaskan salah satu Firman Allah dalam QS An-Naziat bahwa malaikat mencabut nyawa orang kafir dengan keras, dan mencabut nyawa orang mukmin dengan lemah lembut.


"Kata nadza itu memang gambaran dicabut, tapi kita lupa bahwa kata Nashitath (QS An-Naziat) artinya mengelus-elus sehingga Anda terasa tertidur nyaman. Maka, jika ingin bahagia, berusahalah di dunia ini untuk istiqamah melakukan segala bentuk kebaikan," ujarnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru