• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Tapal Kuda

Habib Anis Kraksaan Jelaskan Kiat Menjadi Insan Qur'ani

Habib Anis Kraksaan Jelaskan Kiat Menjadi Insan Qur'ani
Habib Anis bin Hamid Al-Habsyi saat menjelaskan kiat menjadi insan qur'ani. (Foto: Tangkapan Layar Youtube)
Habib Anis bin Hamid Al-Habsyi saat menjelaskan kiat menjadi insan qur'ani. (Foto: Tangkapan Layar Youtube)

Lumajang, NU Online Jatim
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Kraksaan Probolinggo, Habib Anis bin Hamid Al-Habsyi menjelaskan bagaimana seseorang bisa menjadi insan qur'ani.


Hal itu disampaikannya saat memotivasi para santri yang mengikuti wisuda tahfidz Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin, Lumajang, Rabu (22/06/2022). Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS) Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang,


"Kita kembali bersihkan niat kita dalam mengahafal Al-Qur'an, bukan karena mendapat beasiswa atau hal-hal duniawi. Tapi kita niatkan secara tulus karena Allah, karena ini yang disampaikan Rasulullah kepada Sayyidina Umar dulu," ujar pria yang juga seorang hafidz Al-Qur'an tersebut.


Syarat yang kedua, Habib Anis menyebutkan bahwa insan qur'ani atau yang disebut ahlul Qur'an selain hafal dan menjaga hafalannya, hendaknya ia juga bisa memahami isi kandungan Al-Qur'an yang dibaca.


"Selesai mengahafal, pahami tafsirnya agar bisa mentadabburi isi yang terkandung dalam Al-Qur'an," imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur'an tersebut.


Menurut Habib Anis, yang paling penting dari itu semua adalah mengamalkan isi Al-Qur'an yang menjadi tahapan akhir setelah seseorang dapat memahami isi Al-Qur'an. "Maka, akan terbentuklah akhlak Al-Qur'an dan itulah yang disebut insan qur'ani," imbuhnya.


Habib Anis pun sangat mengapresiasi dan bersyukur dengan adanya ratusan santri yang diwisuda itu. Karena menurutnya, generasi para penghafal Al-Qur'an itulah nantinya yang akan menjadi lentera dan cahaya di dunia.


"Alhamdulillah, kita masih diberi nikmat melihat adik-adik kita yang wisuda tahfidz Al-Qur’an. Kita menyaksikan cahaya-cahaya Allah para wisudawan Al-Qur’an 30 juz, 10 juz, juz amma, munjiyat, karena mereka adalah cahaya," puji Habib Anis.


Habib Anis berpesan agar yang telah tuntas tersebut bisa menjaga hafalannya. Karena selain memang menjadi kewajiban, para penghafal Al-Qur'an diharap bisa mengingat perjuangan saat menghafal yang begitu berat dan sangat melelahkan, sehingga bisa menghargai hasil dari usahanya.


"Tetap jaga dan rawat Al-Qur'an sampai nanti pulang kepada Allah, karena Al-Qu'ran dapat memberi syafaat bagi dirinya dan keluarga," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru