• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Jarang Lihat Hilal, Pantai Wotgalih Lumajang Tetap Jadi Lokasi Rukyat

Jarang Lihat Hilal, Pantai Wotgalih Lumajang Tetap Jadi Lokasi Rukyat
Tim LFNU Lumajang foto bersama saat melakukan rukyatul hilal di Pantai Wotgalih tahun lalu. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)
Tim LFNU Lumajang foto bersama saat melakukan rukyatul hilal di Pantai Wotgalih tahun lalu. (Foto: NOJ/Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Lumajang tetap memilih Pantai Wotgalih sebagai tempat untuk melakukan rukyatul hilal pada Jumat (01/04/2022) sore nanti, meskipun dalam beberapa kali melakukan rukyat, hilal jarang terlihat di sana.


Pantai Wotgalih atau yang biasa dikenal dengan Pantai Mbah Derajid (karena di sana terdapat makam keramat Raden Inderajid) di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, menjadi pilihan LFNU Lumajang dari dua lokasi memantau hilal lainnya. Pantai ini berada di pesisir selatan Lumajang yang berjarak sekira 18 kilometer dari kota.


"Ini sudah kita gunakan sebagai tempat rukyat sejak tahun 2018. Sebelumnya kegiatan rukyat hilal selalu dilakukan di Pantai Meleman yang dekat sana juga. Kita beberapa kali juga melakukan pengamatan di Bukit Sriti Pronojiwo, namun akses ke sana sangat berat, maka tidak kita gunakan lagi," kata Hidayatullah, Ketua PC LFNU Lumajang kepada NU Online Jatim.


Tiga lokasi pemantauan hilal di Lumajang ini sebenarnya sudah tercatat di database NU, namun letak geografis Lumajang yang sebelah baratnya banyak perbukitan dan pegunungan menjadi penghalang sehingga hilal jarang terlihat di sana.


"Dulu yang terdata di Kemenag adalah Pantai Meleman, namun sejak kita pindah, Bukit Sriti dan Pantai Wotgalih belum terdata di sana. Yang kami alami di semua tempat tersebut menjelang waktu Matahari tenggelam selalu ada kabut yang berjalan dari selatan ke utara, menutup tempat Matahari tenggelam dan hilal naik," papar Hidayatullah.


Dengan pengalaman seperti itu, dirinya bersama tim tetap akan memantau hilal di Pantai Wotgalih dan berharap hilal bisa terlihat. Dirinya juga berpesan agara masyarakat tetap menghargai pendapat golongan lain jika terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan.


"Intinya kami berharap masyarakat tetap tenang, menunggu hasil rukyatul hilal, ikhbar PBNU dan hasil sidang isbat yang disampaikan oleh Kemenag nanti malam," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru