• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Tapal Kuda

Ketua NU Pasuruan: Pemaaf Adalah Kunci Meraih Kebahagiaan

Ketua NU Pasuruan: Pemaaf Adalah Kunci Meraih Kebahagiaan
Ketua PCNU Pasuruan KH Imron Mutamakkin atau Gus Ipong. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)
Ketua PCNU Pasuruan KH Imron Mutamakkin atau Gus Ipong. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin atau Gus Ipong mengatakan, seseorang yang ingin memperoleh kebahagiaan hendaknya jadi hamba yang mudah memaafkan orang lain.


"Untuk mencapai kebahagiaan jadilah pemaaf, karena tanpa adanya jiwa pemaaf kita tidak akan merasakan kebahagiaan," ujarnya saat pembukaan Pelatihan dan Ijazah Kubro Jam'iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Pasuruan di Aula KH Ahmad Djufri Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Kamis (01/12/2022).


Menurutnya, seseorang yang mudah memaafkan orang lain oleh Allah akan dihapus perbuatan buruknya yang selama ini dilakukan. Sehingga nantinya ia akan selamat dari pertanggung jawaban perbuatan buruk kelak di akhirat.


"Jika kita mudah memaafkan orang lain, orang tersebut akan tunduk kepada kita. Hal itu dilakukan sebagai bentuk terima kasih kepada kita. Namun, hal berbeda akan dialami seseorang yang memaafkan orang lain karena terpaksa," kata Gus Ipong.


Selain itu, Gus Ipong mengatakan bahwa Allah menciptakan seluruh hal yang dibutuhkan ada sebabnya, sebagaimana penyakit yang selalu ada obatnya. Obatnya pun bermacam-macam sesuai kapasitas masing-masing orang.


"Bagi orang yang diberikan pengetahuan ilmu kedokteran, obatnya ya obat medis. Namun, jika orang diberi kemampuan hikmah, maka obatnya adalah hal-hal yang berhubungan dengan hikmah tersebut," tegasnya.


Di sisi lain, dirinya berharap kepada peserta pelatihan dan ijazah kubro untuk berdakwah mengunakan metode kesehatan, seperti yang dilakukan oleh Syekh Maulana Ishak yang menyembuhkan putri Raja Blambangan.


"Jalan kita untuk berbuat baik itu banyak, di antaranya menjadi tabib atau dokter. Konsepnya tetap sama, yakni berdakwah untuk menyebarkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru