• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Tapal Kuda

Ketua RMINU Pasuruan Minta Koperasi Pesantren Punya Layanan Digital

Ketua RMINU Pasuruan Minta Koperasi Pesantren Punya Layanan Digital
Ketua RMINU Pasuruan Minta Koperasi Pesantren Punya Layanan Digital. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)
Ketua RMINU Pasuruan Minta Koperasi Pesantren Punya Layanan Digital. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Pasuruan, KH Badrus Salam meminta agar Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) harus mempunyai layanan digital. Hal itu ia ungkapkan saat Jagongan Keuangan Syariah Digital yang dipusatkan di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/09/2022).


"Saat ini pondok pesantren di Pasuruan yang mengunakan layanan pembayaran digital hanya ada tiga, yakni Pesantren Sidogiri, Pesantren Al Yasini, dan Pesantren Bayt Al-Hikmah," ujarnya.


Menurutnya, jika pesantren bertransformasi ke layanan digital, maka riwayat pembelian santri selama satu bulan dapat diketahui. Sehingga orang tua bisa melihat aktivitas transaksi anaknya di pondok pesantren.


"Jika bertransformasi ke layanan digital, maka tidak ada santri yang kehilangan uang dan orang tua bisa memantau pengeluaran santri di pondok," kata Gus Badrus.


Selain itu, manfaat lain penggunaan piranti digital ialah orang tua tidak perlu repot-repot untuk mengirimkan uang saku ke pondok. Tetapi cukup dengan mentransfer ke platform keuangan pesantren.


"Bila platform digital sudah masuk ke dalam sistem pelayanan pesantren, maka pihak pesantren perlu mempelajari sistem perbankan syariah," ungkapnya.


Sementara Wakil Ketua Lembaga Perekonomian (LP) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Teguh Dartanto mengatakan, pondok pesantren harus mempunyai produk sendiri, khususnya industri halal. Sebab, ke depan industri halal akan menjadi trend dunia.


"Ke depan Indonesia akan menjadi pusat produk halal yang akan di ekspor ke luar negeri," imbuhnya.


Gus Teguh menegaskan, pondok pesantren harus memiliki market place dan pembayaran digital. Hal itu untuk memudahkan konsumen dalam membeli produk pesantren.


"Karena tugas santri sekarang bukan hanya menjadi konsumen market place, tapi harus menjadi pelaku online shop," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru