• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Tapal Kuda

LPBINU Lumajang Serap Ilmu dari Forum IOM-UN Migration

LPBINU Lumajang Serap Ilmu dari Forum IOM-UN Migration
Tim LPBINU Lumajang saat mengikuti forum IOM-UN Migration. (Foto: NOJ/ Imam Malik Hakim)
Tim LPBINU Lumajang saat mengikuti forum IOM-UN Migration. (Foto: NOJ/ Imam Malik Hakim)

Lumajang, NU Online Jatim
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Lumajang mengikuti forum Internasional Organization for Migration (IOM) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang. Agenda serap ilmu bertajuk ‘Pertemuan Multisektoral Koordinasi’ itu dipusatkan di Graha Mulia Hotel Lumajang, Jalan PB Sudirman, Senin (06/06/2022).


Ketua LPBINU Lumajang, Abdul Majid Ridwan mengatakan, bahwa IOM merupakan bagian dari United Nation (UN) Migration atau Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Dijelaskan, IOM Indonesia merupakan co-lead dari Klaster Nasional Pengungsian dan Perlindungan (Klasnas PP) di bawah koordinasi Dinas Sosial dalam upaya transisi pemulihan pasca erupsi Gunung Semeru.


“Ada tiga ormas besar dan satu komunitas disabilitas yang diundang dalam forum tersebut. Jadi, itu merupakan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk LPBINU, dengan membuat persentase dalam evaluasi penanganan APG Semeru 2021,” ungkapnya.


Disebutkan, bahwa bencana alam yang terjadi pada erupsi Gunung Semeru Lumajang masih dalam suasana bencana non-alam pandemi Covid-19. Maka dari itu, LPBINU mendapatkan suntikan ilmu terkait dengan perubahan ke depan terkait rencana tindak lanjut (RTL), yaitu dokumentasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi.


“Tadi pagi juga dibahas tentang posko induk. Karena posko itu hanya menjadi kewenangan pemerintah setempat. Selebihnya ada yang namanya Pos Lapangan (Poslap), Pos bersama (Posma), kemudian pos-pos yang lainnya,” ujarnya.


Dikatakan, bahwa dalam kebencanaan terdapat yang namanya Kawasan Resiko Bencana (KRB). Melalui hal ini, dapat dilakukan pemetaan untuk menganalisis penyebaran bantuan agar tepat sasaran dan trauma tidak terulang ketika bencana terjadi.


“Harapan kami, dari LPBINU agar bisa terus bersinergi, terutama terkait informasi yang diharapkan satu komando dari Posko Induk sesuai keawenangan dan aturan pemerintah setempat, seperti BPBD dan lainnya,” tandasnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Sekda Lumajang, Kalaksa BPBD Lumajang, Dinas Kesehatan Lumajang, Disdukcapil Lumajang, Dinas Sosial Lumajang, Dinas Komunikasi dan Informatika Lumajang, Dinas PUPR Lumajang, Tim Tanggap Bencana (Tagana), serta perwakilan komunitas disabilitas Lumajang.


Tapal Kuda Terbaru