• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Jember Lolos Seleksi Kampus Mengajar

Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Jember Lolos Seleksi Kampus Mengajar
76 mahasiswa FKIP UIJ lolos dalam seleksi Kampus Mengajar angkatan IV tahun 2022.  (Foto: NOJ/Aryudi AR)
76 mahasiswa FKIP UIJ lolos dalam seleksi Kampus Mengajar angkatan IV tahun 2022.  (Foto: NOJ/Aryudi AR)

Jember, NU Online Jatim
Kemampuan mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) cukup membanggakan. Buktinya, 76 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kampus tersebut lolos dalam seleksi Kampus Mengajar angkatan IV tahun 2022.  Mereka diterjunkan ke 57 sekolah dasar di Banyuwngi, Lumajang, Bondowoso, dan Jember.   


Kampus Mengajar adalah program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk memperkaya kompetensi mahasiswa. Hal itu dengan memberikan kesempatan bagi mereka belajar di luar kelas dengan memberikan asistensi kepada guru dan tenaga kependidikan di tingkat pendidikan dasar.


Menurut  Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UIJ, Anis Rofi Hidayah, yang ikut seleksi Kampus Mengajar dari UIJ sebanyak 100 mahasiswa, namun yang lolos hanya 80 peserta. Empat mahasiswa di antaranya mengundurkan diri, sehingga tinggal 76 yang ikut program Kampus Mengajar.


“Pelepasannya dilakukan beberapa hari lalu oleh Wakil Rektor 1 UIJ, Bapak Muhamamd Kurtubi di kampus 1 UIJ, dan sebagian peserta mengikuti melaui zoom,” ujar Anis, Selasa (02/08/2022).


Anis menambahkan, selama empat bulan ke depan ke-76 mahasiswa itu akan magang di 57 sekolah di empat kabupaten tersebut. Katanya, banyak sekali manfaat yang bisa didapat oleh peserta. Di antaranya adalah bisa belajar menjadi  guru, yang itu akan menjadi modal kelak saat terjun ke masyarakat, mengabdikan dirinya sebagai pejuang pendidikan.


“Jadi saat mereka terjun langsung ke masyarakat sebagai guru, tidak canggung lagi karena sudah punya modal empiris,” terangnya.


Selain itu, lanjutnya, peserta Kampus Mengajar dapat mengenal lingkungan sekolah, bahkan yang berlokasi nun jauh di pelosok desa, sehingga tidak kaget ketika mereka kelak harus mengajar di daerah terpencil.


“Yang juga perlu kita tanamkan adalah bahwa mengajar itu bukan semata-mata profesi, tapi juga pengabdian, dan di situlah nilai moral pejuang pendidikan dalam hal ini guru,” jelas Anis.


Teori dan keterampilan mengajar adalah penting, tapi yang juga tak kalah pentingnya adalah praktik atau pengalaman kerja. Katanya, dengan menjadi peserta Kampus Mengajar, maka pengalaman didapat, dan itu akan menjadi modal berharga ketika terjun ke masyarakat kelak. 


“Ketika teori dan praktik sudah didapat, di situlah  jalan kematangan seorang guru  dimulai,” terang alumnus S2 UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang itu.


Selain dapat pengalaman, LP3M UIJ juga akan mengupayakan kegiatan Kampus Mengajar diakui atau dikonversi dengan maksimal 20 SKS seperti ketentuan MBKM lainnya. 


“Yang penting, peserta bisa fokus dengan tugasnya agar bisa menghasilkan yang terbaik,” harap Anis. 


Selain 76 mahasiswa, ada 3 dosen UIJ yang juga lolos sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL) dalam seleksi Kampus Mengajar angkatan IV. Ketiganya adalah Arifin Nur Budiono (Dekan FKIP UIJ), Diah Budiarti, dan Ayu Nugraheni 


Penulis: Aryudi A Razaq


Editor:

Tapal Kuda Terbaru