• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 29 Juni 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

PWNU Jatim Siap Tanggung Biaya Mondok Anak Korban APG Semeru

PWNU Jatim Siap Tanggung Biaya Mondok Anak Korban APG Semeru
Kiai Qodri bersama LAZISNU Jatim saat memberikan beasiswa santri yabg orang tuanya meninggal akibat APG Semeru. (Foto: LAZISNU Jatim for NU Online Jatim)
Kiai Qodri bersama LAZISNU Jatim saat memberikan beasiswa santri yabg orang tuanya meninggal akibat APG Semeru. (Foto: LAZISNU Jatim for NU Online Jatim)

Lumajang, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menyatakan siap menanggung biaya mondok anak-anak penyintas bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru Lumajang yang ingin meneruskan pendidikannya di pesantren.

 

Hal itu disampaikan KH Muhammad Qodri, Wakil Ketua PWNU Jatim saat acara peletakan batu pertama pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang pada Jumat (14/01/2022).

 

Disela-sela itu juga, NU Peduli melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur memberikan beasiswa uang tunai kepada anak-anak yang orang tuanya telah meninggal akibat APG Semeru.

 

"Berkaitan dengan adik-adik yatim dan piatu yang hadir ini. Jajaran Syuriyah PWNU Jatim menyampaikan pesan, jika tidak ada yang mendampingi di lingkungan sendiri silahkan memilih pondok pesantren NU manapun, baik di sekitar Lumajang atau di luar Lumajang insyallah biaya ditanggung gratis," jelas Kiai Qodri.

 

Selain itu, Kiai Qodri menilai, musibah yang datang ini menjadikan pemicu semangat semua elemen NU dalam mengahadapi segala tantangan dan cobaan kedepan. Terbukti saat ini, menurut Kiai Qodri, semua bisa melebur menjadi satu berbondong-bondong membantu penanganan bencana APG Semeru.

 

"PWNU berterima kasih kepada lembaga dan badan otonom (Banom) yang bekerja bersama. Hampir 34 lembaga dan Banom mensupport secara bergantian waktu dan kesempatan sesuai tupoksinya masing-masing. Tapi yang menjadi komando di lapangan tentu LAZISNU dan LPBI sebagai garda terdepan mulai awal sampai selesai," ujar Kiai Qodri.

 

Ia semakin yakin, konsep pembangunan Huntara konspe H Thoriqul Haq Bupati Lumajang yang tak lain kader NU, adalah format yang menyatukan semuanya. Sehingga secara otomatis NU akan dikenal dengan kepeduliannya.

  

"Dengan begitu NU akan semakin terbukti tidak hanya dengan ukhuwah an-nahdliyyahnya, namun juga dengan ukhuwah basyariahnya," tegas Kiai Qodri  disambut tepuk tangan hadirin.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru