• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

NU Peduli Semeru Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Huntara

NU Peduli Semeru Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Huntara
NU Peduli Semeru yang terdiri dari PWNU Jatim, PWNU Jateng, PW LAZISNU Jatim beserta jajaran Tanfidziyah dan Syuriah PCNU Lumajang bersama-sama melakukan peletakan batu pertama pembangunan Huntara. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif).
NU Peduli Semeru yang terdiri dari PWNU Jatim, PWNU Jateng, PW LAZISNU Jatim beserta jajaran Tanfidziyah dan Syuriah PCNU Lumajang bersama-sama melakukan peletakan batu pertama pembangunan Huntara. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif).

Lumajang, NU Online Jatim

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk korban Awan Panas Guguran (APG) Semeru akhirnya dimulai pada Jumat (14/01/2022). Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang.

 

Hadir pada acara tersebut jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), PWNU Jawa Tengah, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim serta Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang.

 

Dalam sambutannya H Jamaluddin Ketua PCNU Lumajang menuturkan, pembangunan Huntara ini menjadi amanah besar untuk NU dari para donatur. Namun, hal itu harus tetap mengacu kepada aturan yang telah dibuat Pemerintah Kabupaten Lumajang.

 

"Ini semua berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lumajang, beda dengan tempat lain ketika terjadi bencana. Ini dimaksudkan agar pengelolaan atau pembangunan Huntara bisa tertib teratur dan saling mengisi, sehingga dibuatkan kebijakan oleh bupati," jelas pria yang biasa disapa Abah Jamal tersebut.

 

Oleh karena itu, Abah Jamal meminta maaf kepada seluruh elemen NU di berbagai penjuru jika beberapa keinginannya tidak terwujudkan dalam keikutsertaannya pada pembangunan Huntara ini.

 

"Kita dapat jatah membangun 250 Huntara, sehingga jika ada teman-teman ingin berpartisipasi dalam menyelesaikan Huntara ini kami mohon maaf tidak bisa menentukan lokasi sendiri sesuai dengan keinginannya, termasuk spek dan lokasi yang akan dibangun ini karena harus sesuai SK bupati," ujarnya.

 

Diakhir penyampaiannya, Abah Jamal berharap tahap transisi dan relokasi bisa segera diselesaikan. Abah Jamal berterima kasih kepada semua pihak yang ikut serta dalam penanganan untuk itu.

  

"Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho Allah dan dicacat sebagai amal kebaikan dan dibalas dengan kebaikan," pungkasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru